Arif Hamid Rahman: Sampah Masalah Serius yang Dihadapi Kota-kota Besar

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, H. Arif Hamid Rahman, SH saat menggelar Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Tahun Anggaran 2022/2023 di RM Liwet Cipagalo Jalan Terusan Buahbatu Bandung, Sabtu 17 Juni 2023

BANDUNG, LJ – Tingginya pertumbuhan penduduk, perubahan pola konsumsi, dan gaya hidup masyarakat berdampak pada peningkatan produksi sampah.

Jadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya produksi sampah di suatu wilayah adalah pertumbuhan penduduk yang pesat. Karenanya hal tersebut berdampak pada peningkatan jumlah produksi sampah.

Demikian diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, H. Arif Hamid Rahman, SH saat menggelar Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Tahun Anggaran 2022/2023 di RM Liwet Cipagalo Jalan Terusan Buahbatu Bandung, Sabtu 17 Juni 2023.

Dihadapan warga, Arif memaparkan terkait dengan Sosialisasi Perda (Sosper) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan Sampah di Jawa Barat.

Legislator Fraksi Gerindra Persatuan dari Dapil I ini mengungkapkan bahwa strategi yang dilakukan pemerintah dalam menangani permasalahan lingkungan, khususnya dalam sektor persampahan, adalah melalui pengelolaan sampah dengan metode 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle.

Suasana kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Tahun Anggaran 2022/2023 di RM Liwet Cipagalo Jalan Terusan Buahbatu Bandung, Sabtu 17 Juni 2023

“Sampah merupakan salah satu permasalahan serius yang dihadapi oleh kota-kota besar. Maka sebagai upaya mengatasi masalah timbunan sampah yang tinggi, pentingnya perencanaan dalam melakukan TPS 3R,” terang anggota Komisi I ini.

Hal ini menurutnya diharapkan dapat mengurangi jumlah dan volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat, mengurangi biaya operasional pengangkutan sampah, serta memperpanjang umur Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Dalam upaya pengelolaan sampah, masyarakat dan dunia usaha juga memiliki peran yang penting, ”katanya.

Bahkan pihaknya menekankan pentingnya pengelolaan sampah mandiri di masyarakat guna mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Oleh sebab itu membutuhkan perhatian serius terutama dalam peningkatan kesadaran masyarakat untuk mandiri mengelola sampah yang dihasilkannya.

“Dengan demikian, sebagian besar sampah dapat diolah di lingkungan masyarakat, sehingga hanya sebagian kecil yang harus dibuang ke tempat pengolahan sampah,” pungkasnya. (Zaen)