Anggota MPR RI Hoerudin Jelaskan Gotong Royong dalam Falsafah Negara Pancasila

Anggota MPR RI Muhammad Hoerudin Amin, S.Ag., MH saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang berlangsung di Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat, (28/112025).

TASIKMALAYA, LINTAS JABAR – Gotong royong merupakan salah satu kekuatan bangsa Indonesia yang harus dipertahankan dan dikembangkan. Begitu pula gotong royong adalah salah satu nilai yang terkandung dalam sila ke-3 Pancasila, yaitu “Persatuan Indonesia”.

Gotong royong berarti bekerjasama, saling membantu, dan berbagi tanggung jawab untuk mencapai tujuan bersama. Oleh sebab itu, tradisi yang telah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia sejak zaman dahulu harus terus dilestarikan.

Demikian disampaikan anggota MPR RI Muhammad Hoerudin Amin, S.Ag., MH saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang berlangsung di Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat, (28/112025).

“Gotong royong adalah semangat kebersamaan dan kerja sama dalam masyarakat untuk mencapai tujuan bersama. Bahkan dengan gotong royong, kita dapat membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” terang Hoerudin sapaan akrab politisi PAN ini.

Menurutnya, gotong royong adalah salah satu nilai budaya yang paling penting dalam masyarakat Indonesia. Dan di era modern ini, sambungnya, gotong royong tidak hanya terbatas pada kegiatan sosial, tetapi juga dapat diterapkan dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Dalam falsafah Pancasila, lanjut anggota Komisi X DPR RI ini, gotong royong dianggap sebagai salah satu nilai yang sangat penting untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Gotong royong juga dianggap sebagai cara untuk meningkatkan kesadaran sosial dan tanggung jawab bersama dalam masyarakat.

“Dengan gotong royong kita dapat diwujudkan dengan sama-sama melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan, atau memberi bantuan kepada tetangga yang membutuhkan, bisa pula bekerja sama dalam proyek pembangunan masyarakat. Termasuk juga partisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan,” katanya.

Ditambahkan Hoerudin, dengan gotong royong, masyarakat Indonesia dapat membangun kebersamaan, meningkatkan kesadaran sosial, dan mencapai tujuan bersama untuk kemajuan bangsa dan negara. (Sda)