Siaga Idul Fitri 2026, PLN UP2B Jabar Pastikan Keandalan Listrik

Manager UP2B Jawa Barat, Santo Kardono saat ditemui di sela-sela kegiatan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dari Yayasan Baitussyukur di kantor UP2B Jawa Barat di Jalan Ciseureuh, Cigereleng, Kota Bandung, Rabu 11 Maret 2026.

BANDUNG, LINTAS JABAR – Menjelang perayaan lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, PLN menetapkan masa Siaga Idul Fitri dari mulai tanggal 14 hingga 28 Maret 2026. Selama periode tersebut, PLN menerapkan pola operasi khusus yang difokuskan pada peningkatan keandalan sistem kelistrikan selama periode mudik Lebaran.

Hal tersebut disampaikan Manager UP2B Jawa Barat, Santo Kardono saat ditemui di sela-sela kegiatan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dari Yayasan Baitussyukur yang diselenggarakan di kantor UP2B Jawa Barat di Jalan Ciseureuh, Cigereleng, Kota Bandung, Rabu 11 Maret 2026.

Dijelaskannya, melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Jawa Barat, PLN melakukan pemantauan intensif terhadap sistem jaringan listrik guna menjaga stabilitas pasokan bagi masyarakat yang merayakan hari raya.ㅤㅤ

“Kami dari PLN secara umum sudah memiliki prosedur standar untuk memberikan layanan listrik terbaik, khususnya pada hari-hari besar. Untuk periode siaga Idulfitri tahun ini ditetapkan mulai 14 sampai 28 Maret,” ujar Santo Kardono.

Ditambahkan Santo, sejumlah daerah di Jawa Barat yang menjadi tujuan mudik maupun wisata akan mendapatkan perhatian khusus dalam pemantauan sistem kelistrikan.ㅤ

Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun merayakan Idulfitri bersama keluarga tetap mendapatkan pasokan listrik yang stabil dan tidak terganggu.ㅤ

Di sisi lain, beban listrik di kawasan industri diperkirakan justru mengalami penurunan selama masa libur Lebaran karena sebagian besar aktivitas industri berhenti sementara.

“Kalau periode siaga Lebaran biasanya beban listrik di kawasan industri menurun. Secara umum di Jawa Barat penurunan beban bisa mencapai sekitar 25 sampai 30 persen,” jelasnya.ㅤ

Meski demikian, peningkatan beban listrik diperkirakan terjadi di kawasan bisnis dan pusat perbelanjaan, terutama pada waktu-waktu tertentu ketika aktivitas masyarakat meningkat.ㅤㅤ

Dan untuk memastikan sistem tetap andal selama masa siaga Lebaran, PLN menyiagakan sekitar 30 sampai 40 personel yang terdiri dari pegawai organik maupun nonorganik. Personel tersebut bertugas memantau sistem kelistrikan, melakukan pengawasan jaringan, serta siap melakukan penanganan cepat apabila terjadi gangguan.

Diungkapkan Santo, hingga saat ini kondisi sistem kelistrikan di wilayah Jawa Barat masih dalam keadaan aman dan terkendali.ㅤNamun demikian, pihaknya tetap mewaspadai potensi gangguan seperti kenaikan tegangan listrik yang dapat berdampak pada peralatan jaringan jika tidak dikendalikan dengan baik.

“Fenomena tegangan tinggi itu yang harus benar-benar diwaspadai. Kalau tidak terkontrol, tegangan bisa melambung tinggi dan berpotensi merusak peralatan,” katanya.

Sementara itu, General Manager UIP2B Jamali, Munnawar Furqan, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh tim dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan. Menurutnya, setiap gangguan pada sistem harus segera ditangani agar tidak mengganggu pasokan listrik kepada masyarakat.ㅤ

“Kalau ada gangguan atau peralatan yang perlu perawatan, harus segera diperbaiki. Yang penting listriknya bisa segera menyala kembali dan tidak terlalu lama dalam penanganannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, PLN juga memperlihatkan ruang kendali sistem kelistrikan yang digunakan untuk memantau kondisi jaringan listrik secara real time. Di ruang pemantauan tersebut tampak layar besar yang menampilkan peta jaringan kelistrikan dengan indikator lampu yang menunjukkan kondisi sistem di berbagai titik.

Melalui sistem pemantauan digital tersebut, petugas dapat memonitor berbagai parameter penting dalam sistem kelistrikan, seperti tegangan, frekuensi, hingga kondisi jaringan transmisi yang menopang distribusi listrik di wilayah Jawa Barat.

Sedang kegiatan pemberian santunan pada santri serta anak yatim adalah sebagai bagian dari kegiatan sosial yang diselenggarakan PLN UP2B Jawa Barat pada bulan Ramadan 1447 H. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sosial PLN kepada masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan dan lingkungan sekitar. (San)