Musker II PC Persis Banjaran Tekankan Penguatan dan Pengembangan Organisasi

Photo bersama usai pelaksanaan Musker II masa jihad 2024–2028 yang digelar PC Persis Banjaran Kabupaten Bandung, Ahad, 26 April 2026, di Kantor Bersama PC Persis Banjaran. (Photo: Herdi)

KAB. BANDUNG, LINTAS JABAR – Pimpinan Cabang Persatuan Islam (PC. Persis) Banjaran menggelar Musyawarah Kerja (Musker) II masa jihad 2024–2028 pada Ahad, 26 April 2026, di Kantor Bersama PC Persis Banjaran.

Forum ini membahas evaluasi program tahun pertama 2025 serta penetapan program jihad tahun kedua di 2026.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Persis Kabupaten Bandung, Yosef Saeful Azhar, S.Pd.I, yang menekankan pentingnya berjamaah sebagai fondasi menjaga eksistensi dakwah.

Disamping juga menekankan dalam membangun sinergi program, serta kemampuan pimpinan dalam mengambil pelajaran dari dinamika organisasi.

Dalam taujih kejam’iyahan, Ustadz Kurniawan Nurdin menegaskan bahwa pengembangan jam’iyah harus mengacu pada rencana jihad organisasi.

Ia menyoroti tiga fokus utama, yaitu penguatan struktur organisasi hingga tingkat jamaah, peningkatan jumlah anggota secara terukur, serta perluasan peran organisasi dalam kehidupan sosial dan kelembagaan masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa secara kuantitatif, jumlah anggota masih perlu ditingkatkan secara sistematis.

Sedang Ketua PC Persis Banjaran, H. D. Pandi, dalam pemaparannya menegaskan bahwa keterbatasan jumlah anggota tidak boleh melemahkan semangat dakwah.

“Tidak perlu kecil hati dengan jumlah yang kecil. Mudah-mudahan menjadi ragi,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa proses evaluasi dan koreksi dapat dilakukan secara berkelanjutan di luar forum resmi.

Pada sesi tanggapan, forum menyoroti sejumlah isu utama, di antaranya perlunya penguatan koordinasi antara cabang dan jamaah, pembinaan organisasi dan kaderisasi, serta perlunya program unggulan yang lebih terukur.

Selain itu, muncul dorongan agar pimpinan cabang lebih aktif melakukan evaluasi langsung ke jamaah serta memperkuat peran dalam pembinaan dakwah, pendidikan, dan kondisi keumatan.

Beberapa Best Practices juga mengemuka, seperti pengembangan kegiatan dakwah rutin, pemberdayaan ekonomi jamaah, serta strategi rekrutmen anggota berbasis kegiatan nyata di masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PC menegaskan bahwa seluruh masukan akan menjadi perhatian bidang garapan dan menekankan pentingnya kerja kolektif dalam merealisasikan program.

Pimpinan cabang juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi jamaah.Musker II ditutup pukul 14.11 WIB dengan pembacaan Surat Keputusan program jihad tahun kedua sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan organisasi ke depan. (Herdi)