Bagi Peserta PKW, Model Pembelajaran Project Based Learning LK Mey Hadirkan Pengalaman Kerja Nyata

Peserta Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang dilaksanakan LK Mey melaksanakan PJBL Eksternal.

KAB. BANDUNG, LINTAS JABAR – LK Mey terus berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten dan siap terjun ke dunia kerja melalui penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PJBL). Pada 50% proses pembelajaran Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW), peserta melaksanakan PJBL Eksternal, yaitu pembelajaran berbasis proyek yang dilakukan langsung di lapangan pada berbagai kegiatan nyata seperti pernikahan, khitanan, rias pagar ayu, rias kondangan, rias wisuda, dan berbagai proyek tata rias lainnya.

Melalui model pembelajaran ini, peserta tidak hanya mempelajari teori dan praktik di kelas, tetapi juga merasakan pengalaman bekerja secara profesional dalam kondisi yang sesungguhnya.

Pelaksanaan PJBL di LK Mey dilakukan melalui lima sintaks utama, yaitu penentuan ide proyek, penyusunan desain proyek, pengerjaan proyek, monitoring proyek, serta penyajian hasil proyek.

Pada tahap penentuan ide proyek, peserta dibagi menjadi lima kelompok usaha yaitu Frasa Wedding, Nesrinta Make Up Team, Elanourra Wedding, Hikari Wedding, dan Viore MUA. Masing-masing kelompok menyusun konsep layanan, menganalisis tren make up terkini, hingga membuat perencanaan usaha sederhana.

Selanjutnya peserta menyiapkan alat dan bahan praktik serta melakukan uji coba rias sebelum terjun langsung melayani klien. Setelah dinyatakan siap, para peserta melaksanakan proyek nyata di berbagai kegiatan masyarakat.

Kelompok Frasa Wedding bertugas merias pagar ayu pada pernikahan Risanti dan Bastian tanggal 14 Juni 2026. Kelompok Nesrinta Make Up Team merias pagar ayu dan keluarga pada acara khitanan putra Ibu Engkas pada tanggal yang sama. Kelompok Elanourra Wedding merias pagar ayu pada pernikahan Vany dan Andere tanggal 27 Juni 2026. Sementara Kelompok Hikari Wedding dan Viore MUA melaksanakan proyek rias pagar ayu di Galeri TEH MEY Wedding pada tanggal 25 Juni dan 2 Juli 2026.

Selain melaksanakan jasa rias, peserta juga belajar membuat konten promosi dan pemasaran digital. Hasil rias mereka didokumentasikan melalui beauty photoshoot kemudian diolah menjadi berbagai konten media sosial sebagai sarana promosi usaha masing-masing.

Selama proses proyek berlangsung, peserta melakukan pemantauan mutu terhadap hasil rias mulai dari kerapihan, ketahanan make up, hingga tingkat kepuasan klien. Seluruh kegiatan kemudian dituangkan dalam laporan proyek yang berisi proses, hasil, kendala, evaluasi, dan refleksi untuk perbaikan pada proyek berikutnya.

PJBL Metode Efektif

Pimpinan LK Mey, Mey Delislela Haryati, S.Pd.I., M.Pd, menyampaikan bahwa PJBL menjadi metode yang sangat efektif untuk membangun kompetensi dan jiwa kewirausahaan peserta.

“Melalui Project Based Learning, peserta tidak hanya belajar merias, tetapi juga belajar berkomunikasi dengan klien, bekerja dalam tim, mengelola waktu, menjaga kualitas layanan, hingga mempromosikan hasil karya mereka. Kami ingin lulusan LK Mey memiliki pengalaman kerja nyata sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia usaha dan dunia kerja. Pembelajaran seperti inilah yang membentuk rasa percaya diri dan profesionalisme peserta,” ujar Teh Mey sapaan akrabnya, Kamis 16 Juli 2026.

Pengalaman Berkesan Peserta

Salah satu peserta, Amalia dari kelompok Frasa Wedding, mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat berkesan selama mengikuti proyek di acara pernikahan.

“Awalnya saya merasa gugup karena harus melayani acara yang sebenarnya. Namun setelah melihat hasil rias yang disukai klien, saya menjadi lebih percaya diri. Pengalaman paling seru adalah ketika acara sawer pengantin. Saya tanpa sengaja ikut terbawa kerumunan pemburu sawer dan mendapatkan uang sawer sekitar Rp175.000. Pengalaman ini benar-benar tidak terlupakan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Sabilla, peserta PJBL lainnya, “Saya sangat senang mengikuti proyek ini karena bisa belajar langsung di lapangan. Selain mendapatkan pengalaman merias klien sungguhan, saya juga ikut merasakan keseruan acara pernikahan. Saat sawer pengantin saya mendapatkan uang sawer sekitar Rp125.000 dan beberapa souvenir. Yang paling membahagiakan adalah ketika klien merasa puas dengan hasil make up yang kami kerjakan.”

Testimoni Klien

Nina, salah satu klien yang mendapatkan layanan rias dari peserta PJBL menyampaikan apresiasinya terhadap hasil kerja para peserta, “Saya sangat puas dengan hasil make up yang dilakukan oleh peserta LKP Mey. Hasilnya rapi, cantik, sesuai dengan keinginan saya, dan make up-nya juga tahan lama selama acara berlangsung. Pelayanannya ramah dan profesional. Saya tidak menyangka peserta pelatihan sudah memiliki kemampuan yang sangat baik. Terima kasih kepada LKP Mey dan seluruh tim yang telah memberikan pelayanan terbaik,”.

Melalui implementasi PJBL, LKP Mey berharap mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya terampil dalam bidang tata rias, tetapi juga memiliki pengalaman kerja nyata, jiwa kewirausahaan, kemampuan komunikasi, serta kesiapan untuk bersaing di industri kecantikan dan pernikahan. (Adv)