BANDUNG, LJ – Pemerintah Provinsi Jabar agar secepatnya membangun escape road di kawasan Tanjakan Emen Subang, Sebab pada 2018 Tanjakan Emen Subang sudah dua kali menelan korban kecelakaan lalin dengan merenggut 27 jiwa.
“Sudah banyak nyawa melayang akibat kecelakaan lalu-lintas yang terjadi di kawasan tersebut, Untuk itu, kami mendorong Pemprov Jabar melalui Dinas BMPR untuk secepatnya membangun escape road (jalur penyelamat) dan jangan dibiarkan berlarut-larut,” terang Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady, kemarin.
Pihaknya mengkhawatirkan bila bila dibiarkan berlarut-larut. Namun bila secepatnya ditangani, kendaraan yang melintas di Tanjakan Emen mengalami rem blong atau ada kendala di kendaraannya, dapat langsung masung ke area escape road.
Ditambahkannya, pihak Dinas BMPR sendiri sudah akan membangun sebanyak tiga escape road di wilayah Tanjakan Emen.
“Hal ini penting demi keselamatan para pengendara saat melintasi Tanjakan Emen yang rawan kecelakaan tersebut. Selain itu, kita mendukung rencana Dinas BMPR untuk membangun jalan baru, yaitu Lingkar Ciater,” kata Daddy.
Daddy mengatakan APBD murni Jabar 2018 sudah ketuk palu, tidak mungkin lagi diubah, Namun, kalau menunggu anggaran perubahan waktunya masih lama, jadi satu-satunya jalan demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan harus mengajukan permohonan perubahan atau pergeseran mata anggaran pemeliharaan jalan menjadi pembangunan escape road. (Herdi)












