Anggota DPRD Jabar Kecewa Kaum Milenial Yang Kreatif Tapi tak Menunjukkan Nilai Kebangsaan

  • Bagikan

[lintasjabar tkp=] Setelah viral dengan konten video youtube yang dibuat atas nama Ferdian Paleka yang membuat video membagikan sembako berisi sampah dan batu kepada waria, banyak memicu kecaman warganet termasuk beberapa tokoh masyarakat termasuk anggota DPRD Jawa Barat, H. Arif Hamid Rahman, SH.

Arif menilai, perbuatan tersebut sangat menyakitkan hati warga, mengingat situasi serba sulit akibat dampak sosial ekonomi yang dialami masyarakat. Pun ditegaskannya perbuatan tersebut jauh dari sikap saling menghormati pada sesama manusia.

Arif Hamid Rahman

“Harusnya konten yang dipublikasikan lebih kepada bagaimana mengedukasi masyarakat terutama memberikan contoh tauladan dalam bersikap harus saling menghormati dalam artian memberikan perilaku yang baik, terlebih di saat bulan Ramadan,” ujarnya, Rabu (6/5/2020).

Atas kejadian tersebut, dirinya mengimbau agar orangtua bisa mengawasi anak-anaknya terlebih penggunaan gadget agar terhindar dari jeratan hukum.

“Kejadian ini menjadi pelajaran kepada siapa pun bagaimana perlunya pengawasan orangtua terhadap anak, juga penggunaan gadget bagi anak yang tidak sesuai dan bahkan bisa menjeratnya ke ranah hukum,” tuturnya.

Bukan hanya itu, Arif yang juga anggota Komisi I ini menyoroti soal prilaku dan pentingnya pendidikan moral agar menjadi benteng atas sikap dan perbuatan yang dilakukan.

“Pendidikan moral adalah hal terpenting dalam menjaga prilaku yang tidak baik. Kami sayangkan sebagai kaum milenial yang notabene sebagai generasi penerus bangsa bisa melakukan hal-hal yang tidak patut dicontoh,” tegasnya.

[xyz-ips snippet=”bacajuga”]

Pada situasi seperti yang dirasakan sekarang, sambungnya, justru diharapkan ada kepekaan sosial terhadap sesama. Terlepas bagi warga transpuan sekalipun.

Untuk itu, politisi Partai Gerindra ini mengharapkan orang tua harus menyampaikan nilai-nilai luhur kepada anaknya, mulai dari nilai agama, akhlak, peradaban, serta solidaritas sesama manusia.

“Supaya anak-anak kita juga memiliki nilai yang tinggi. Bukan sekedar memiliki kecanggihan memanfaatkan teknologi informas tetapi juga bersikap arif menjadikannya sebagai penghormatan kepada manusia lain,” katanya.

Diakuinya ia kecewa kepada anak muda yang kreatif tetapi memiliki sikap yang tidak menunjukkan nilai kebangsaan, pancasila, agama, dan akhlak sesama manusia.

Ia pun berpesan orang tua harus bisa menanamkan bibit-bibit yang baik, karena apa yang ditanamkan orang tua baik biologis mau pun peradaban seperti guru, teman, dan sahabat berdampak dari hal tersebut juga. (Adv)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan