Anggota DPRD Jabar Periode 2014-2019 Resmi Dilantik

  • Bagikan

BANDUNG LJ – Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi tertanggal 28 Agustus 2014.

100 anggota DPRD Jawa Barat periode 2014-2019 resmi dilantik di gedung Merdeka jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Senin (1/9/2014).

Wakil rakyat ini diambil sumpah/janjinya oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat yang oleh disaksikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Anggota DPR & DPD asal Jawa Barat, Perwakilan KPU Pusat, Pangdam III/Siliwangi, Perwakilan Polda Jabar, para mantan Gubernur/Wakil Gubernur, Muspida serta para tokoh masyarakat Jawa Barat.

Sebanyak 87 Anggota DPRD Jabar 2014-2019 adalah wajah-wajah baru, sisanya 13 anggota incumbent. Mereka berasal dari 10 daerah pemilihan dan 10 partai politik, dengan rincian: Partai Nasdem (5 Anggota), PKB (7), PKS (12), PDIP (20), Golkar (17), Gerindra (11), Demokrat (12), PAN (4), PPP (9), dan Hanura (3).

Sementara itu, Ketua DPRD Jabar (2009-2014) Irfan Suryanagara dalam pembukaan Rapat Paripurna Istimewa menyatakan bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi terbesar di Indonesia dengan 27 Kabupaten/Kota yang memiliki potensi alam & keanekaragaman. Untuk itu, anggota DPRD Jabar yang baru diharapkan dapat membangun sinergi untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh Jawa Barat tersebut.

Irfan pun mengharapkan Anggota DPRD Jabar yang baru dapat menyelesaikan tugas yang telah ada di depan mata yaitu menyelesaikan RAPBD 2015. “Anggota DPRD Jabar yang baru diharapkan dapat menyelesaikan RAPBD Jawa Barat Tahun Anggaran2015, serta dapat mempertahankan predikat WTP dalam laporan keuangan provinsi yang telah diraih Jawa Barat 3 kali berturut-turut,” katanya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan bahwa ritme kerja yang produktif harus diciptakan dalam DPRD. “Ritme kerja yang produktif harus diciptakan dalam ruang lingkup kerja,” kata Heryawan.

Selain itu, Anggota DPRD pun harus selalu menempatkan alokasi dana yang berorientasi pada 4 pro, yaitu: propoor-pemberantasan kemiskinan, projob-perluasan lapangan kerja, progrowth-peningkatan pertumbuhan, dan proenvironment-persandian alam dan lingkungan. (Ihsan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan