Berbagai Elemen Masyarakat dan Aktivis Deklarasikan Koalisi Bandung Hantam TB

BANDUNG LJ – Tuberkulosis (TB) atau yang umum disebut TBC adalah suatu penyakit infeksi menular langsung, yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. Adapun sumber penularannya melalui dahak yang di dalamnya terkandung kuman TB. Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ atau bagian tubuh lainnya seperti tulang, kelenjar, kulit, bahkan organ tubuh lainnya.

Aktivis dan elemen masyarakat berfoto bersama usai deklarasi Koalisi Bandung Hantam TB

Sebagai bentuk kepedulian dalam mencegah dan ikut terlibat dalam penanggulangan serta penyebaran TB di Kota Bandung, para aktivis peduli TB dari berbagai elemen masyarakat, diantaranya  dari Forum Warga Peduli AIDS Kota Bandung (F-WPA), Komisi Penanggulangan AIDS Kota Bandung (KPA), TB Care Aisyiyah Bandung, Masyarakat Peduli Posyandu Indonesia (MPPI), LSM Terus Berjuang (TERJANG), Gerakan Remaja Anti HIV-AIDS (GRAHA), PKPU Human Initiative, Yayasan Graha Prima Karya Sejahtera (GRAPIKS), PC Fatayat Nahdlatul Ulama, BEM Politeknik Kesehatan Kemenkes, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Daerah (LAMBADA), Komunitas Masyarakat Peduli TB. Kel Sukaraja, Karang Taruna Kec. Bojongloa Kaler, Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia (KAMMI), Ikatan Alumni Institut Islam Siliwangi dan Pusat Tela’ah dan Informasi Regional (PATTIRO) melakukan pertemuan terkait program pencegahan dan penanggulangan TB di Kota Bandung yang diakhiri dengan mendeklarasikan wadah koalisi bernama “Koalisi Bandung Hantam TB”.

Suasana pertemuan saat memaparkan uji analisis dan uji hasil laboratorium terkait kuman TB

Menurut sumber data dari Dinas Kesehatan Kota Bandung, Tahun 2015 jumlah pengidap kasus TB yang terlaporkan berkisar 7000 lebih dan jumlahnya tersebut terus bertambah dari tahun ke-tahun. Hal ini menimbulkan keprihatinan dari semua pihak, termasuk pemerintah, akademisi dan Civil Society Organization (CSO) atau organisasi masyarakat yang memiliki kepedulian dalam pencegahan dan penanggulangan TB.

“TB sendiri bukanlah penyakit kutukan atau penyakit turunan. Kuman TB dapat menular dari sesama yang mengidap TB kepada siapa saja tanpa kecuali, tidak memandang jenis kelamin ataupun usia. Namun demikian  TB dapat disembuhkan dengan therapy atau pengobatan yang benar dengan pemberian antibiotik yang harus dihabiskan oleh orang dengan TB selama jangka waktu tertentu sesuai resep dokter,” papar juru bicara Koalisi Bandung Hantam TB, Iwa Lesmana, S.Ag usai acara deklarasi di Bandung Senin (31/7/2017).

Dikatakan Iwa, Koalisi Bandung Hantam TB sebagai peranan dari berbagai elemen masyarakat untuk terlibat langsung dalam Pencegahan dan Penanggulangan TB (P2TB) di Kota Bandung dan koalisi ini diharapkan bisa membantu pemerintah dalam penyusunan Rencana Aksi Daerah P2TB serta tersusunnya Perda Penangulangan TB di Kota Bandung.

“Sehingga dengan adanya Perda Penangulangan TB di Kota Bandung  diharapkan program pencegahan dan penanggulangan TB akan lebih terpadu, terorganisir, komprehensif dan dirasakan manfaatnya oleh orang dengan TB dan masyarakat secara umum,” pungkasnya. (San)

 

Tinggalkan Balasan