BJB Tingkatkan Pengembangan e-Dapem

  • Bagikan

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Melalui pengembangan e-dapem, PT Bank Jabar Banten Tbk (BJB) dan PT Taspen (Persero) sepakat menjaga dan meningkatkan kualitas dalam pembayaran pensiun (pembayaran hari tua) sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada para pensiunan.

Dikatakan, kerja sama antara BJB dengan Taspen yang berlangsung sejak lama telah terjalin baik dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Oleh karena itu, perjanjian tersebut diperpanjang dengan terlebih dulu melakukan peninjaun (review) terhadap berbagai aspek.

“Ke depan kerja sama itu dapat dikembangkan di berbagai aspek seperti penempatan/pengelolaan dana dalam bentuk giro, deposito, serta instrumen lainnya. Selain itu, penyaluran kredit kepada karyawan atau koperasi karyawan, cash managemen, serta transaksi perbankan lainnya,” Ungkap Dirut Bank Jabar Agus Ruswendi saat bersama Dirut Taspen Agus Haryanto menandatangani perpanjangan perjanjian kerja sama kedua belah pihak, di Jakarta kemarin.

Dilihat dari kinerjanya, BJB pada kuartal ketiga 2010 mencatat volume usaha (total aset) sebesar Rp 42,53 triliun atau naik 31,41 persen dari posisi September tahun sebelumnya yang mencapai Rp 32,36 triliun.Dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 33,75 triliun atau naik 42,31 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Peningkatan ini terkait dengan terus bertambahnya jaringan kantor dan dukungan daya saing produk yang kompetitif.      Sementara itu pertumbuhan kredit mencapai Rp 22,37 trliun dan laba bersih mencapai Rp 791,3 miliar.

“Dengan kinerja keuangan tersebut, saat ini posisi BJB berada pada peringkat 15 di antara 20 bank terbesar di Indonesia (berdasarkan laoran keuangan publikasi per 30 Juni 2010),” tandas Agus.

Sementara untuk mengoptimalkan fungsi BJB sebagai bank devisi, juga sebagai langkah awal mencapai 10 bank terbesar, menurut Dirut Bank Jabar Agus Ruswendi, BJB memberikan layanan perbankan dengan berbagai kemudahan, cepatan, kenyamanan, serta keramahan.

Dalam rangka pengembangan bisnis, ekspansi kantor jaringan tidak dilakukan hanya terbatas di Provinsi Jawa Barat dan Banten, tetapi juga eksis di Jakarta, Semarang, Surabaya, Batam, dan Medan.

“Bahkan, hingga 2015 nanti BJB menargetkan jaringan kantornya minimal sebanyak 100 kantor cabang, 550 kantor cabang pembantu, dan 175 kantor kas.Sedangkan, laba bersih Taspen pada triwulan III 2010 mencapai Rp 545,4 miliar atau 162 persen dari pencapaian 2009,” terangnya. (Ihsan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan