Daddy Rohanady: Mewujudkan Kertajati Menjadi Super Sibuk Dibutuhkan Komitmen Kuat

Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady

BANDUNG, LJ – Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady merupakan salah seorang legislator Jawa Barat yang ikut membidani lahirnya bandara yang pembangunannya telah menggerogoti APBD Provinsi Jawa Barat.

Tetapi sampai beberapa tahun setelah kelahirannya, kontribusi signifikan dari pembangunan bandara bagi warga Jawa Barat tidak juga terlihat hasilnya.

Politisi Partai Gerindra ini, mengaku selama ini bandara Kertajati terkesan sepi, aktifitas yang dilakukannya hanya untuk memberangkatkan pesawat kargo 4 kali seminggu. Padahal sejak tahun 2020 silam Kementerian Agama RI telah menetapkan BIJB Kertajati sebagai salah satu embarkasi haji.

“Sebetulnya penetapan dari Kemenag tersebut adalah peluang, karena lama antrian untuk beribadah haji saat ini sudah lebih dari 15 tahun bahkan ada yang lebih dari itu, sehingga orang memilih haji kecil dulu,” katanya melalui aplikasi pesan Wharsapp, Kamis, 18 Agustus 2022.

Selain jamaah umroh, Daddy melihat ada calon penumpang potensial untuk BIJB Kertajati, yakni Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang jumlahnya tidak sedikit. Ditambah lagi perjalanan dinas dan bisnis dari berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta. Intinya, ada berjuta calon pemumpang yang menunggu beroperasinya BIJB Kertajati.

Daddy menilai, jika tiga rombongan penumpang itu (umroh, PMI, dan perjalanan dinas) dioptimalkan, dirinya yakin BIJB Kertajati tidak akan sepi lagi.

Sebagaimana diketahui, keberadaan Bandara Kertajati telah menyedot dana Rp 7 trilyun dari APBD Jabar. Jumlah tersebut sudah setara dengan dua tahun belanja APBD sebuah kabupaten. Itulah yang membuat Daddy agak prihatin.

Karena itu Daddy ingin agar rencana relokasi PTDI da PT Pindad ke Kertajati segera direalisasikan sebagai bagian dari stimulant untuk mengembangkan bandara itu.

“Jika dulu keluhan utamanya adalah karena akses masuknya yang susah, sekarang Kertajati sudah bisa diakses lewat tol Cipali. Jadi tunggu apalagi. Terlebih lagi jika tol Cisumdawu selesai pengerjaannya, maka akses ke bandara itu tidak terbatas pada arah timur dan barat lagi, tapi juga dari arah selatan Jawa Barat,” katanya.

Namun, ia berpesan agar fasilitas bandara ini diperbaiki. Khususnya, karena ia menyandang status sabagai bandara internasional.

“Harusnya bandara ini dilengkapi dengan rumah sakit, mall, hotel, atau fasilitas lainnya. Lebih-lebih Kertajati sudah ditetapkan sebagai tempat MRO (maintenance, repair, and overhaul) pesawat TNI dan Polri,” ujarnya.

Status MRO ini menurutnya sudah akan membuat Kertajati super sibuk. Kenapa ? Karena setiap pesawat yang akan melaukan penerbangan akan diuji dulu laik tidaknya di sini, katanya.

“Melihat jumlah pesawat yang ada, harusnya Kertajati akan menjadi super sibuk. Namun untuk mewujudkannya masih dibutuhkan komitmen yang kuat,” pungkasnya. (AdiPar)