Haerudin: Agar Massif, Pengamalan Pancasila Harus Diawali Oleh Penyelenggara Negara

  • Bagikan
Anggota MPR RI, Haerudin tengah sosialisasikan empat pilar kebangsaan di PD Persis Garut

[lintasjabar tkp=”Kab. GARUT”] Negara harus serius menjadikan Pancasila menjadi dialog publik. Dengan demikian diharapkan agar Pancasila terpahami secara meluas di kalangan masyarakat disamping dapat terserap nilai-nilai dasarnya dalam hidup keseharian.

Hal tersebut diungkapkan anggota MPR/DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Haerudin, S.Ag, MH dihadapan peserta sosialisasi empat (4) pilar kebangsaan yang digelar di Gedung Serbaguna Pimpinan Daerah Persatuan Islam (PD Persis) Kabupaten Garut Jalan Guntur Melati Kabupaten Garut, Rabu (5/02/2020).

“Kewajiban dalam mengamalkan Pancasila tentu harus diawali oleh para penyelenggara negara. Juga kalanhan publik figur lainnya yang notabene menjadi panutan masyarakat kita, baik dari kalangan agamawan, ekonom, seniman dan lainnya,” ujar Haerudin yang kembali terpilih dari daerah pemilihan Jabar XI meliputi Kab. Garut, Kab. Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya ini.

[xyz-ips snippet=”bacajuga”]

Menurutnya, bila penyelenggara negara serta publik figur secara moral dan emosional bersama-sama memiliki semangat dan tanggungjawab bersama dalam mengamalkan Pancasila, tentunya hal ini akan menjadi kekuatan pendorong tersosialisasikannya secara massif nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Acara yang diinisiasi otonom Persis diantaranya PD Himpunan Mahasiswa (Hima) Persis Dan PD Himpunan Mahasiswi (Himi) Persis Kab. Garut tampak berlangsung semarak dan hangat. 

Diantara peserta lainnya, tampak hadir Ketua PD Hima Persis Garut, Salman Alfarisi, Ketua PD Himi Persis Garut, Pipih, Ketua PK Hima dan Himi Sekolah Tinggi Agama Islam Persis (STAIPI), Ketua PK Hima Universitas Garut (Uniga), Ketua PK Hima STIE, serta Ketua PK Hima dan Himi IPI.

[xyz-ips snippet=”bacajuga”]

Dikatakan Ketua PD HIMA Persis Garut, Salman Alfarisi bahwa Pancasila sebagai falsafah negara harus menjadi ide-ide segar dalam dialektika. Tentu saja, lanjutnya, bagi Hima harus memahami secara mendalam terutama hubungan nilai-nilai Islam dan kebangsaan.

Begitu juga dia berpandangan bahwa Pancasila merupakan konsepsi filosofis dari nilai-nilai dasar Islam.

“Pancasila hanya hadir dalan kancah dialektika elita dan kampus itu pun tidak massif dan sayup-sayup bahkan jauh terdengar dalam dialektika masyarakat Indonesia,” ujarnya yang disambut applaus peserta sosialisasi empat pilar.

Dijelaskannya, situasi sekarang perhatian masyarakat relatif masih lemah akan nilai-nilai Pancasila akibat lemahnya perhatian para penyelenggara negara terhadap Pancasila.

Kendati demikian, bagi Hima dan Himi dialektika adalah ruhnya pencerahan. Dan pencerahan ruhnya kesadaran dan ruhnya kesadaran adalah Tuhan sang Maha kehendak. (Dent)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan