Haerudin: Pancasila Dasar Negara Indonesia Sejalan dengan Prinsip-prinsip Islam

  • Bagikan

GARUT, LJ – Pancasila yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945, tidak saja mengandung nilai budaya bangsa, melainkan juga menjadi sumber hukum dasar nasional, dan merupakan perwujudan cita-cita luhur di segala aspek kehidupan bangsa. Selain itu Pancasila telah menjadi kesepakatan nasional bangsa Indonesia sebagai dasar negara Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Disamping juga, eksistensi Negara Republik Indonesia (NKRI), akan semakin kokoh seiring dengan terjadinya penguatan karakter bangsa. Karakter bangsa itu bersumber dari dari empat pilar kebangsaan yang telah menjadi landasan pokok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikian disampaikan anggota MPR RI dari Fraksi PAN, Haerudin, S.Ag MH dalam acara sosialisasi 4 Pilar diantaranya Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia serta Bhineka Tunggal Ika di halaman komplek Pesantren Persatuan Islam No 81 Cibatu Garut, Selasa (13/6)

Oleh karena itu, sambung Haerudin yang terpilih dari dapil Jabar XI ini, dalam rangka memperkuat karakter bangsa diperlukan sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada segenap elemen bangsa baik pada aparat pemerintahan, partai politik, organisasi masyarakat maupun para pelajar.

“Ke empat pilar ini telah menjadi kunci dalam mengelola keutuhan bangsa Indonesia. Pilar-pilar negara ini juga yang membuat bangsa kita disegani oleh bangsa-bangsa lain. Karena pilar-pilar bangsa ini menjadi dasar dalam mengelola negeri yang terdiri dari tebaran pulau dan kepulauan yang berjumlah sekitar 17.000 pulau dan sedikitnya 500 suku dan jumlah penduduk mencapai 237,6 juta jiwa,” ujarnya dihadapan ratusan peserta yang hadir.

Haerudin juga menuturkan bagaimana Islam dengan indah mengajarkan toleransi dalam menghormati perbedaan. Islam memberikan contoh bagaimana mendirikan negara dalam suasana kemajemukan. Menurutnya, Negara Indonesia dengan dasar Pancasila pun sudah sejalan dengan prinsip-prinsip Islam.

“Pancasila tidak sekedar harus dihapal, tapi sangat perlu untuk dipahami dan diamalkan, itulah pentingnya sosialisasi untuk menyegarkan ingatakan kita semua akan nilai-nilai luhur bangsa. Penting memahami wawasan kenegaraan bagi kelompok muda persis supaya tidak Ahistoris, karena NKRI dibangun atas prakarsa kaum santri dan ummat Islam terlebih perjuangan Mohammad Natsir sebagai baik tokoh, ulama maupun sebagai guru besar Persatuan Islam, harus dijadikan referensi dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Sedang Ketua PC Pemuda Persis Cibatu, Abdul Wahid menegaskan sosialisasi empat pilar yang digagasnya merupakan prakarsa yang cukup efektif dalam membangun kebersamaan disamping mengolah pemahaman berkenaan pilar-pilar pancasila dan sejarah perjuangan bangsa dan negara di kalangan pemuda dan santri. (Dent)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan