Jamnas PPI ke VI, Dua Politisi Tekankan Kaum Milenial Sebagai Agen Of Change

KAB. BANDUNG, LJ – Sebagai Agen of change, anak muda Indonesia zaman now atau kaum milenial harus dibekali dengan berbagai pengalaman dan soft skills yang baik. Untuk menjadi pribadi yang kreatif, aktif, dan inovatif tentu harus dimiliki dalam jiwa anak muda.

Suasana peserta Jamnas PPI Ke VI

Sebab itu adalah syarat utama bagi generasi millennial untuk dapat bersaing dan menghadapi berbagai tantangan di dunia yang semakin dinamis ini. 

Hal tersebut terungkap pada saat acara seminar “Pemimpin Milenial” yang digelar Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Persis (PP.IPP) dalam rangkaian Jambore Nasional Pelajar Pesatuan Islam (Jamnas PPI) Ke VI di Gedung Serbaguna Qornul Manazil Jalan Ciganitri-Bojongsoang Kabupaten Bandung, Jumat (12/07/2019).

Guna memberi motivasi dan pesan moral bagi para peserta, pihak penyelenggara menghadirkan dua politisi sebagai narasumber pada acara yang bertemakan “Kontribusi Pelajar Persis Dalam meningkatkan Kualitas Pendidikan Nasional Indonesia”.

NARASUMBER: Anggota DPR/MPR RI Fraksi PAN, Haerudin, S.Ag., MH serta Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bandung, H. Arif Hamid Rahman, SH

Menariknya, kedua narasumber yang dihadirkan adalah sama-sama pernah dibesarkan dalam lingkungan pendidikan pesantren Persatuan Islam (Persis) diantaranya anggota DPR/MPR RI Fraksi PAN, Haerudin, S.Ag., MH serta Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bandung, H. Arif Hamid Rahman, SH.

Dikatakan Arif Hamid Rahman yang pada Pileg 2019 lolos sebagai Caleg DPRD Jabar menilai masa depan Bangsa Indonesia sangatlah ditentukan oleh para generasi muda atau kaum milenial.

Kaum muda Indonesia adalah masa depan Bangsa ini. Karena itu, ia menilai, setiap pemuda Indonesia, baik yang masih berstatus pelajar, mahasiswa ataupun yang sudah menyelesaikan pendidikannya merupakan faktor-faktor penting yang sangat diandalkan oleh Bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan juga mempertahankan kedaulatan Bangsa.

“Jangan jadi halangan karena mengecap pendidikan di pesantren. Sebab pada dasarnya semua orang memiliki peluang menjadi pejabat, politisi bahkan menjadi pemimpin bangsa,” tegasnya.    

Maka dari itu, sambung Arif, sebagai bagian yang pernah menyandang status santri dirinya ingin berbagi pengalaman dan semangat sebab tidak ada kata mustahil bagi sebuah cita-cita luhur.

H. Arif Hamid Rahman tengah berikan motivasi pada peserta Jamnas PPI ke VI

“Sebagai pemuda Indonesia, mari kita lihat kembali diri kita. Sudah pantaskah kita menjadi generasi muda penerus bangsa? Maukah kita menjadi generasi muda penerus bangsa? Siapkah kita untuk menjadi generasi muda penerus bangsa? Mari kita bangun pribadi diri kita sendiri agar kita pantas menjadi generasi muda penerus bangsa. Junjung moralitas dan belajarlah guna membangun potensi diri,” pesannya.

Adapun diungkapkan Haerudin yang juga anggota Komisi IX ini ada beberapa hal yang cukup sederhana untuk dilakukan kaum muda milenial demi membangun Indonesia menjadi lebih baik dan lebih berkualitas. Adalah perbanyak membaca, bersikap terbuka dan jauh lebih penting bijak terhadap penggunaan media sosial juga internet disamping membangun visi dan misi ke depan.

“Para generasi muda harus lebih menanamkan jiwa nasionalismenya karena sangat penting bagi kemajuan bangsa dan negara. Semangat para muda-mudi menjadikan kekuatan baru bagi seluruh lapisan di negara ini, pemuda dewasa ini yang memegang kendali akan arti perjuangan, disaat kita muda maka disaat itu kita mengerahkan tenaga kita, usaha dan segala yang dapat kita lakukan untuk menjadikan hidup kita lebih baik,” tegasnya.

Haerudin, S.Ag MH tengah memberikan arahan

Ia pun mendorong agar pemuda-pemudi Indonesia harus mampu mengubah semangat merdeka menjadi semangat juang, dengan cara menjadi putra-putri yang bermanfaat bagi sekelilingnya. Bukan hanya sekedar biasa-biasa saja. 

Kehidupan generasi milenial saat ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi dan internet, bahkan generasi millennial lahir ketika handphone dan media sosial mulai muncul di Indonesia, sehingga wajar apabila generasi ini lebih melek teknologi.

“Globalisasi membuat generasi millennial menjadi lebih terbuka terhadap perbedaan, wawasan mereka terhadap keberagaman pun menjadi lebih luas. Maka itu, bermimpilah dan bercita-citalah setinggi mungkin karena hal itu akan membangun semangat dan daya yang luar biasa,” tuturnya seraya menekankan cita-cita adalah hal yang gratis maka dari itu bercita-citalah setinggi mungkin. (San)

Tinggalkan Balasan