Kadisdik Jabar: Ada Dua Pola Pembelajaran Dalam PTM Terbatas

  • Bagikan

BANDUNG LJ – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di masa pandemi akan berbeda dengan PTM sebelum pandemi melanda. Dalam PTM terbatas, terdapat dua pola pembelajaran yang akan dilakukan yaitu pola shift dan pola blok per pekan.

Sementara sebanyak 27 Kota/Kabupaten di Jabar berada dalam status PPKM Level 1 – 3, untuk itu ribuan sekolah diperkenankan melaksanakan PTM Terbatas sebagaimana yang disyaratkan dalam SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Dedi Supandi

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Dedi Supandi ketika dihubungi, Kamis, 2 September 2021.

Menurutnya Disdik Jabar mencatat 1.471 dari 4.966 sekoleh jenjang SMA/SMK/SLB, telah siap melakukan PTM terbatas pada 8 September 2021. Angka tersebut kemungkinan akan bertambah seiring dengan persiapan pihak sekolah dalam memenuhi kriteria yang telah ditetapkan untuk menyelenggarakan PTM.

“Secara paralel pasti bertambah jumlah sekolah yang akan melaksanakan PTM, sampai saat ini masih terdapat beberapa sekolah yang masih melakukan koordinasi dengan satuan gugus tugas covid, ada juga sekolah yang masih melakukan penyebaran izin kepada orang tua siswa, jadi angka 1.471 kemungkinan pekan depan akan terus bertambah,” ujarnya.

“Jadi pola-pola itu kita serahkan pada sekolah sesuai dengan potensi kesiapan sarana dan kesiapan tenaga pengajar. Hal lain, terkait pengisian link peduli lindungi dilakukan secara bertahap sambil pelaksanaan vaksin dilakukan secara cepat,” tuturnya.

Selain kesiapan pihak sekolah dalam menunjang pelaksanaan PTM, hal lain yang perlu diperhatikan adalah vaksinasi yang telah diterima para pengajar.Sejauh ini, ujar Dedi, 68 persen guru di Jabar telah menerima vaksinasi. Disamping itu, persentase para pelajar yang telah divaksin juga sudah di atas 50 persen.

“Kalau pelajar di level SMP/MTs ini sudah memenuhi, tapi SMA belum memenuhi. Kalau SMA/SMK 23 persentapi kalau digabungkan dengan level SMP dan dibawahnya itu sudah mencapai di 60 persen lebih,” katanya.

Meski demikian, Dedi tak menampik apabila sewaktu-waktu terjadi penghentian pelaksanaan PTM terbatas ini.Menurut Dedi, hal tersebut dapat terjadi jika pemerintah pusat maupun provinsi menaikkan kembali status suatu wilayah ke PPKM Level 4.

“Selain itu juga, apabila terjadi kasus penularan Covid-19 di sekolah maka dihentikan sementara sampai dengan penanganan itu dilakukan,” pungkasnya. (San)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan