Kendati Kapupaten Pangandaran Belum Miliki Kantor Pemerintahan Tapi Bupati Prioritaskan Pembangunan Puskesmas

  • Bagikan

BANDUNG LJ – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady menerangkan, saat dirinya bersama rombongan di Pangandaran langsung disambut oleh Walikota Banjar dan wakilnya di seberang jembatan yang patah. Saat itu Walikota Banjar Jeje Wiriadinata memaparkan bahwa musibah kali ini menelan koran tewas 2 orang, 4 jembatan putus, dan ratusan hektar sawah terendam.

“Sudah ada penanganan darurat dengan membuat jembatan darurat di kiri dan kanan jembatan eksisting, yakni dari Batalyon Zipur dan Kementerian PU Pera,” papar Daddy yang juga merupakan Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra dari Dapil Cirebon Indramayu tersebut di Bandung kemarin.

Prioritas pembangunan di Kapupaten Pangandaran memang belum memiliki kantor pemerintahan yang memadai. Bupati masih memprioritaskan puskesmas dan jalan lebih dulu untuk memberikan pelayanan maksimal di bidang kesehatan.

“Dana pemasangan sekitar Rp 1,8 miliar tersebut sudah disanggupi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Pangandaran mengalokasikan Rp2,5 miliar dalam APBD Perubahan. Pemasangannya diperkirakan memakan waktu sekitr 3 minggu,” imbuh Daddy.

Di sisi lain, di Kabupaten Pangandaran hanya ada jalan provinsi sepanjang 8 km, yakni ruas Majingklak-Kalipucang. Sementara itu, jalan nasional yang ada jauh lebih panjang, yakni sekitar 60 km. Dengan terputusnya jembatan yang mengisolasi, ke depan harus dipikirkan jalur alternatif dari dan ke Kabupaten Pangandaran sehingga salah satu destinasi wisata unggulan Jabar tersebut lebih terbuka. (Ydi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan