Legislator PSI Iwan Koswara Tekankan Edukasi Bagi Calon Pekerja Migran di Bekasi

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Koswara, S.Pd.I, saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diselenggarakan di Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kamis (23/4/2026).

BEKASI, LINTAS JABAR – Anggota Komidi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Koswara, S.Pd.I, menyoroti urgensi pemahaman regulasi dan prosedur legal bagi masyarakat yang berniat mengadu nasib di luar negeri.

Menurutnya, perlindungan PMI harus dimulai sejak dari hulu, yakni melalui edukasi yang masif di tingkat kelurahan dan desa.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber utama dalam agenda Sosialisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diselenggarakan di Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kamis (23/4/2026).

Dalam paparannya, Iwan Koswara yang merupakan legislator dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyampaikan beberapa aspek krusial terkait perlindungan tenaga kerja, diantaranya terkait legalitas prosedur. Karena itu pihaknya mengimbau warga untuk selalu menggunakan jalur resmi (prosedural) guna menghindari risiko tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Begitu juga soal penguatan kompetensi, Iwan Koswara mendorong calon pekerja untuk membekali diri dengan keterampilan teknis dan penguasaan bahasa yang memadai sebelum keberangkatan.

Sedang terkait hak dan kewajiban, dijelaskan Iwan Koswara pentingnya memahami kontrak kerja serta akses bantuan hukum yang disediakan oleh pemerintah melalui perwakilan RI di negara penempatan.

“Negara harus hadir memastikan setiap warga negara yang bekerja di luar negeri mendapatkan jaminan keamanan dan kesejahteraan. Sosialisasi ini adalah upaya preventif agar masyarakat Jakasampurna tidak terjebak oleh oknum penyalur ilegal,” ujar Iwan Koswara di hadapan para peserta.

Atas hal itu, sebagai anggota Komisi V yang membidangi kesejahteraan rakyat dan ketenagakerjaan, Iwan menegaskan bahwa DPRD Provinsi Jawa Barat terus mengawal kebijakan dan anggaran yang berpihak pada perlindungan pekerja migran.

Hal ini pun, ditegaskannya, termasuk pengawasan terhadap Balai Latihan Kerja (BLK) agar mampu mencetak tenaga kerja yang kompetitif dan terlindungi secara administratif.

Acara yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat kelurahan, serta pemuda setempat.

Iwan Koswara berharap melalui kegiatan ini, warga Bekasi Barat semakin melek terhadap hak-hak mereka sebagai pekerja dan mampu menjadi duta bangsa yang membanggakan di kancah internasional. (Red)