MQ. Iswara Serap Usulan serta Masukan Warga Batununggal Kota Bandung

BANDUNG, LINTAS JABAR – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara menyoroti usulan yang diserapnya terkait sektor ekonomi di Batununggal Kota Bandung, saat itu warga mendorong adanya pelatihan UMKM, khususnya bagi masyarakat yang tidak melanjutkan pendidikan formal agar dapat langsung berwirausaha.

“Mereka mengharapkan ada pelatihan-pelatihan kepada masyarakat, agar masyarakat di Kecamatan Batununggal yang putus sekolah bisa langsung berwirausaha. Jadi tidak mencari pekerjaan, mereka bisa berwirausaha dengan keterampilan yang mereka punya,” kata Iswara di Kota Bandung, Jumat 27 Maret 2026.

Begitu pula, dalam kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di Kecamatan Batununggal tersebut, isu terkait sampah masih menjadi keluhan utama warga. Iswara menegaskan, saat ini Kota Bandung masih bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti dengan kapasitas terbatas.

“Sampah, kan, kita sudah sampaikan bahwa Kota Bandung masih membuangnya ke Sarimukti. Kapasitasnya belum bertambah, masih 1.830 ton, untuk Kota Bandung, Cimahi, Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung,” paparnya.

Ia menambahkan, dari total kapasitas tersebut, sekitar 900 ton merupakan kontribusi sampah dari Kota Bandung. Kondisi penumpukan sempat terjadi saat Lebaran karena tidak adanya pengangkutan pada H-1, hari H, dan H+1. Namun, menurutnya, hal itu bersifat sementara.

“Memang tidak diangkut dan menumpuk, tapi insya Allah setelah itu ada pengangkutan. Namun saya ingatkan, Sarimukti ini hanya sementara,” tegasnya.

Namun ditegaskannya, ke depan, Pemprov Jawa Barat mendorong pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan atau waste to energy. Iswara juga mengungkapkan, pemerintah provinsi telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah transisi sebelum proyek Legok Nangka rampung.

“Selama Legok Nangka belum selesai oleh Sumitomo, nanti sampah di sana akan diolah menjadi listrik. Sementara untuk Sarimukti, sudah ada MoU dengan Indosemen untuk diolah menjadi briket sebagai bahan bakar pabrik semen,” tandasnya. (*)