Musjam VII Persis Margahurip Teguhkan Hidup Berjam’iyyah Berbasis Alquran dan Sunnah

Ustadz Uun Rustandi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pimpinan Jamaah (PJ) Persis Margahurip periode 2025–2028 pada Musjam VII, Kamis 25 Desember 2025. (Poto: herdi)

KAB. BANDUNG, LINTAS JABAR – Musyawarah Jamaah (Musjam) VII Persatuan Islam (Persis) Margahurip berlangsung khidmat dan dinamis di Madrasah Diniyah 108 Margahurip Banjaran, Kamis 25 Desember 2025.

Kegiatan Musjam VII sendiri dimulai sejak pagi pukul 08.00 WIB hingga berakhir menjelang dzuhur, tepatnya pukul 11.55 WIB.

Mengusung tema “Meningkatkan Pengamalan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan Hidup Berjam’iyyah”, Musjam VII diharap menjadi forum strategis untuk mengevaluasi perjalanan jamaah sekaligus menetapkan arah kepemimpinan dan penguatan organisasi ke depan.

Layaknya sebuah organisasi besar, seluruh rangkaian sidang pleno Musjam VII mengalir dinamis. Setiap agenda dibahas secara terbuka dan penuh tanggung jawab, mencerminkan tradisi musyawarah yang telah mengakar kuat di tubuh Persatuan Islam.

Dalam Musjam itu pula nama Ustadz Uun Rustandi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pimpinan Jamaah (PJ) Persis Margahurip periode 2025–2028. Aklamasi ini mencerminkan masih tingginya tingkat kepercayaan jamaah terhadap kapasitas dan integritas kepemimpinan yang bersangkutan.

Dalam sambutannya, ketua terpilih Ustadz Uun Rustandi menekankan pentingnya kebersamaan dan kekompakan jamaah.

“Kita adalah satu tenaga yang harus bahu-membahu dalam melaksanakan seluruh program kerja jamaah,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh anggota untuk menjaga semangat kehadiran dan keistiqamahan dalam aktivitas keilmuan.

“Bagi anggota yang memiliki waktu dan kondisi kesehatan yang baik, mari kita kompak mengikuti pengajian di tingkat cabang sebagai bagian dari penguatan ruhiyah dan jam’iyyah,” tambahnya.

Sementara itu, taujih disampaikan oleh Ketua PC Persis Banjaran, Ustadz H. D. Pandi, yang menegaskan fondasi teologis dan organisatoris dalam berjam’iyyah. Ia membuka tausiyahnya dengan ayat pembuka Surah Al-Baqarah, “Dzalikal kitabu la raiba fiih”, sebagai penegasan bahwa Al-Qur’an adalah sumber petunjuk utama yang tidak diragukan kebenarannya.

Ustadz H. D. Pandi juga mengutip hadits tentang keutamaan orang yang hidup bersama Al-Qur’an. Bahwa dikatakan kepada orang yang hidup bersama Al-Qur’an ‘Bacalah dan naiklah (ke derajat surga), serta bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu di surga berada pada ayat terakhir yang engkau baca.

Menurutnya, Musjam bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan bagian dari ibadah kolektif yang berpijak pada tiga dasar utama: taat kepada Allah SWT, meneladani Rasulullah SAW, dan patuh pada aturan jam’iyyah sebagai bentuk kedisiplinan berjamaah.

Ditegaskannya, Musjam VII Persis Margahurip diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan penguatan peran jamaah dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah secara nyata, terstruktur, dan berkesinambungan di tengah masyarakat. (Herdi)