Pemprov Jabar Dukung Revitalisasi Posyandu Dengan Tingkatkan Anggaran

  • Bagikan

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai salahsatu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat telah membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat khususnya bagi ibu dan anak balita.

Demikian dipaparkan dalam sambutan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Jabar, Dadang Mohamad, Ph. D pada acara penilaian lomba posyandu tingkat Jawa Barat beberapa waktu yang lalu.

Lomba posyandu yang digelar sejak 11 hingga 19 Juli 2011 di 26 Kota Kabupaten, dikatakan Dadang tidak terlepas dari permasalahan dan kendala di lapangan. Permasalahan yang dihadapi diantaranya, lebih dari 50 persen sarana dan prasaranan posyandu tidak memadai, masih ada sekitar 70 persen kader posyandu yang belum terlatih serta masih rendahnya tingkat perkembangan posyandu, juga baru sekitar 3 persen posyandu yang sudah mandiri.

“Permasalahan tersebut merupakan masalah yang sangat prinsif dan tentunya bias mengganggu kinerja dan kualitas pelayanan posyandu,” ujarnya. Menyikapi kondisi tersebut, lanjut Dadang, maka pemerintah akan mengambil langkah bijak dengan mengeluarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No 411.3/1116/SJ tanggal 13 Juni tentang revitalisasi posyandu yaitu suatu upaya untuk meningkatkan fungsi dan kinerja posyandu.

Menurut Dadang, dalam mendukung program revitalisasi posyandu, Pemerintah Provinsi Jabar secara bertahap terus meningkatkan dukungan anggaran melalui APBD provinsi Jabar. Dirinya menilai, dengan anggaran yang memadai diharapkan segala permasalahan atau kendala akan segera teratasi sehingga peran dan fungsi posyandu bias berjalan secara baik dan optimal.

Perlombaan dan kader posyandu sendiri, terangnya, merupakan bagian revitalisasi posyandu dengan demikian, pihaknya mewanti-wanti hendaknya jangan dijadikan kegiatan rutin yang sifatnya seremonial belaka. “oleh karenanya diperlukan kejujuran dan objektifitas dalam penilaian sebagai prasyarat bagi terciptanya system kompetisi yang sehat demi peningkatan prestasi,” tegasnya. (Ihsan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan