Penerima Bawaku Makmur Banyak Gagal Kembangkan Usaha

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Persentase jumlah penerima program Bawaku Makmur (Bantuan Walikota Khusus Kemakmuran) Kota Bandung sejak 2007 hingga 2010 yang gagal mengembangkan usahanya mencapai 15 persen. Artinya, dari 85.780 penerima, baik perorangan maupun kelompok/koperasi, dengan total bantuan mencapai Rp 55 miliar, 12.867 diantaranya tidak berhasil. Sebagian besar penerima yang gagal justru adalah mereka yang baru merintis usaha.

“Berdasarkan evaluasi yang kami lakukan dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Padjadjaran persentase penerima yang tidak berhasil sekitar 15 persen saja. Kebanyakan yang baru merintis usaha. Kalau mereka yang sudah punya usaha sejak awal, tidak ada yang gagal,” kata Walikota Dada Rosada seusai peluncuran Bawaku Makmur 2011, Selasa (8/6), di Gedung Serbaguna Kompleks Pemkot Bandung.

Dalam acara peluncuran program tersebut, turut dihadirkan beberapa penerima Bawaku Makmur yang dinilai telah berhasil mengembangkan usahanya. Mereka diminta memberikan kesaksian perihal kesuksesan usaha. Tidak ada satu pun penerima yang gagal mengembangkan usaha dihadirkan untuk menceritakan kesulitan-kesulitan yang mereka alami.

Tahun ini, penerima program ini mencapai 14.315 proposal. Besaran dana dari APBD yang dikucurkan mencapai Rp 7,5 milyar. Dengan demikian, jumlah proposal yang belum terlayani mencapai 89.985 dengan sisa nilai bantuan sebesar Rp 54 milyar. Dada berharap, seluruh proposal dapat tuntas terlayani paling lambat pada 2012 nanti.

Kepala Bagian Perekonomian Kota Bandung Dodi Redwansyah mengungkapkan, untuk menuntaskan seluruh proposal Bawaku Makmur, pencairan bisa dicicil sejak APBD Perubahan tahun ini. (Herdi)

Tinggalkan Balasan