
KAB. BANDUNG, LINTAS JABAR – Pengurus Cabang Persatuan Islam (PC Persis) Banjaran kembali melakukan perombakan struktur organisasi dalam acara pelantikan tasykil hasil reshuffle di Aula Kantor Bersama PC Persis Banjaran Kabupaten Bandung, Sabtu (1/11/2025).
Perubahan formasi ini menetapkan H. Ana Karmana sebagai Wakil Ketua PC Persis Banjaran, Herdiana, S.Sos sebagai Bidang Sumber Daya Insani Jam’iyah (SDIJ), dan Ade Hendrajat sebagai Ketua Bidang Perwakafan.
Acara pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pimpinan, anggota jam‘iyah, serta perwakilan dari PD Persis Kabupaten Bandung. Kendati saat itu, Ketua PC Persis Banjaran sendiri berhalangan hadir.
Dalam sambutannya, H. Ana Karmana mengaku penunjukan dirinya bukan sesuatu yang diinginkan, melainkan amanah yang datang melalui keputusan pimpinan.
“Saya tidak pernah menginginkannya, tapi karena pimpinan memberikan kepercayaan, maka sami‘na wa atho‘na. Mudah-mudahan menjadi kemaslahatan bagi yang lain,” ujarnya.
Pelantikan tersebut diwarnai taujih atau pesan dari PD. Persis Kabupaten Bandung, Ustaz Ahmad Haidar yang mengutip Surah Al-Fath ayat 10: “Sesungguhnya orang-orang yang berbaiat kepadamu (wahai Muhammad), sesungguhnya mereka telah berbaiat kepada Allah. Tangan Allah berada di atas tangan mereka.”
Menurutnya, pelantikan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan momentum memperbarui niat dan tekad pengabdian.
“Jangan dipandang sebagai seremonial bai’at. Ini adalah bentuk mewakafkan diri karena Allah. PD hanya perantara; hakikatnya adalah kepada Allah SWT,” ujarnya.
Nada reflektif mengemuka dalam tausiyah Penasehat PC Persis Banjaran, Ustaz H. Oom Surahman, yang mengutip dialog Ibnu ‘Abbās dengan Rasulullah SAW tentang “Ayul a‘māli aḥabbu ilallāh?” (Amal apa yang paling dicintai oleh Allah?). Rasulullah menjawab, “Al-ḥanīfiyyatu as-samḥah” — agama yang lurus dan penuh kelapangan.
“Tidak sekadar tegas dalam prinsip, tetapi juga lentur dalam bertindak,” kata Ustaz Oom.
Ia pun menitipkan pesan kepada H. Ana Karmana agar membawa semangat kelenturan itu dalam menggerakkan Persis Banjaran ke depan.
Reshuffle ini diharapkannya menjadi penyegar semangat organisasi, menegaskan kembali bahwa jabatan di Persis bukan sekadar posisi, melainkan bentuk baiat spiritual antara manusia, pimpinan, dan Allah SWT. (Red)












