Sangat Disesalkan! Aktivitas KBM Terhenti, Akibat Penggembokan Sekolah Alam Gaharu

Sekolah Alam Gaharu yang berada di Jalan Endung Suria Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung (Foto: net)

BALEENDAH, LJ – Aksi penggembokan dan pengrusakan fasilitas Sekolah Alam Gaharu yang berada di Jalan Endung Suria Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung oleh sekelompok orang dari salah satu LSM hingga menyebabkan terhentinya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut sangat disesalkan Dewan Pendidikan Kabupaten Bandung.

“Seharusnya dalam keadaan apapun jangan sampai mengganggu dan menghentikan aktivitas kegiatan belajar mengajar. Aksi penggembokan Sekolah Alam Gaharu di Baleendah itu justru mencederai iklim pendidikan,” ujar Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Bandung, Aef Abdullah menyoal aksi penggembokan Sekolah Alam Gaharu, Jumat 04 November 2022.

Masih menurutnya, Dewan Pendidikan Kabupaten Bandung akan segera membahas masalah ini dengan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung.

“Kejadian penggembokan Sekolah Alam Gaharu di Baleendah itu harus segera dicarikan jalan keluar. Tujuannya, agar masa depan pendidikan anak-anak ini dapat terselamatkan,” tegasnya.

Sementara itu, sebelumnya aksi penggembokan dan penutupan paksa oleh sekelompok orang LSM tersebut dipicu dengan dalih lantaran lahan sekolah tersebut merupakan milik klien mereka.

Tak sedikit bahkan dari para orang tua siswa Sekolah Alam Gaharu dibuat resah atas tindakan penutupan paksa itu.

“Kami menyesalkan tindakan sekelompok orang dari suatu LSM yang datang tiba-tiba ke sekolah kemudian menggembok, merusak fasilitas sekolah, dan mencoret-coret sekolah serta memasang plang kepemilikan lahan. Bahkan, tak hanya sekolah digembok LSM, salah satu orang tua siswa juga ada yang diancam mereka,” kata Taufik Anwari, salah satu orang tua siswa Sekolah Alam Gaharu kepada media.

Menurutnya, kejadian sekolah digembok LSM itu terjadi pada Rabu 2 November 2022. Hingga Jumat 4 November 2022 ini, sekolah yang digembok itu masih belum dibuka.

Pihaknya pun berencana akan melaporkan kejadian itu ke Polresta Bandung. Karena ada tindakan perusakan fasilitas sekolah dan menghalang-halangi anak-anak yang hendak belajar.

Sekolah Alam Gaharu sendiri tercatat memiliki jumlah siswa sebanyak 172 orang, diantaranya yakni 123 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan 49 orang anak siswa Raudlatul Atfal (RA) atau TK.

Diakui Kepala Sekolah MI Gaharu, Tria Pratiwi kegiatan KBM terpaksa berhenti secara offline, selama dua hari saat adanya penggembokan Sekola Alam Gaharu.

“Sampai dengan saat ini, kami tidak mengetahui sampai kapan sekolah yang berada dibawah Yayasan Nun Bina Muda Indonesia akan dibuka kembali. Namun yang pasti, proses hukum antara yayasan dengan pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan itu masih berlangsung,” kata Tria saat dikonfirmasi.

Atas kejadian tersebut, kemudian, pihak sekolah menggelar rapat managemen untuk memutuskan keberlangsungan KBM siswa didik. Karena ada masukan dari komite sekolah, aktivitas KBM harus tetap berlangsung.

“Karena sekolah ini memiliki ruang kelas lain di Jalan Adipati Kertamanah, maka aktivitas KBM dialihkan lokasi tersebut dan juga sebagian dilakukan secara daring. Disana ada tiga ruang kelas, jadi kami pindahkan kesana,” terangnya.

Tak sampai disana, pihaknya juga sedang mengajukan peminjaman dua tenda evakuasi ke BPBD dan Tagana Kabupaten Bandung. Untuk selanjutnya dipakai sebagai ruang belajar sementara anak didik. (*)