Terus Jaga Solidaritas Serta Kekompakan Satu Sama Lain, Pesan Arif

  • Bagikan

[lintasjabar tkp] Pasca operasi bedah onkologi di RS. Immanuel beberapa waktu lalu, kini Aliyudin Rahmat (45 tahun) kondisinya semakin terus membaik.

Bapak dari tiga buah hati yang berusia masih kanak-kanak bahkan 2 diantaranya masih balita ini telah mengidap penyakit kanker tyroid sejak 2014 silam.

Menggeluti pekerjaan tidak tetap atau serabutan di masa pandemi ini tidaklah mudah baginya. Ditambah dengan kanker yang cukup mengganggu aktifitas pekerjaannya itu.

Dirinya harus bergelut dengan kanker tiroid yang dialaminya dari mulai dirinya merasakan ada benjolan kecil di leher, hingga benjolan tersebut terlihat tampak semakin membesar di pertengahan tahun 2020.

Namun atas dasar solidaritas Keluarga Alumni Pesantren Persatuan Islam (KAPPI) angkatan 1995, dirinya kini merasa lega. Sebab pasca pengangkatan kanker tyroidnya itu berimbas pada menguatnya psikis dan tentu saja sangat memudahkannya bergerak hingga kenyamanan tidur.

“Alhamdulillah, kini kondisi saya sudah berasa membaik. Bahkan sebelum operasi, saya sangat kesulitan untuk beristirahat tidur sebab posisi apapun saat itu merasa tidak nyaman. Kini saya merasakan kenikmatan luar biasa bisa tidur dengan nyenyak setelah sebelumnya hampir selama 7 bulan belakangan ini cukup tersiksa dengan kondisi yang saya alami,” ujar suami dari Omah Cinta (40 tahun) ini.

Luapan kebahagiaannya itu menjadi kebahagiaan segenap anggota KAPPI ’95, bagaimana tidak proses perjuangan yang telah menyita waktu, tenaga, pikiran baik immateri maupun materi sejak pendampingan psikis pasien hingga dilakukan operasi terbalas dengan sesuai harapan.

Dewan penasehat KAPPI ’95 yang merupakan anggota DPRD Jawa Barat, H. Arif Hamid Rahman, SH mengungkapkan rasa syukurnya yang tak terhingga atas rahman dan rahimnya serta kuasa Tuhan YME karena telah mempermudah dan memperlancar jalannya operasi bedah onkologi.

“Tidak bisa berkata-kata lagi, selain sujud syukur atas nikmat dari rahman dan rahim-Nya. Kini kondisi Mang Aliyudin terus membaik. Insya allah therapi ablasi pasca operasi atas saran dokter bedah kita bisa laksanakan guna menyempurnakan tingkat kesembuhannya,” urainya sambil sesekali mengusap airmatanya saat menjemput dan mengantar Aliyudin ke kediamannya di kawasan Cibiru Bandung belum lama ini.

Dirinya berharap, rekan-rekan KAPPI bisa terus menjaga solidaritas serta kekompakan satu sama lain. Sebab, sambungnya, hubungan yang dibangun dalam KAPPI bukanlah hubungan rasionalitas tetapi lebih mengedepankan hubungan emosionalitas.

Keharuan juga tampak dirasakan sahabat KAPPI lainnya, begitu pula tak ketinggalan Ketua KAPPI ’95 Irfan Hakim. Ia mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya atas loyalitas dan solidaritas sesama alumni di KAPPI 95.

“Energi sahabat-sahabat KAPPI sangat luar biasa dalam membantu sesama saudaranya. Ini menandaskan persaudaran dan kekeluargaan jauh lebih penting, dan saya sangat menghargai nilai-nilai itu,” pungkasnya. (San/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan