
BANDUNG, LINTAS JABAR – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Umi Siti Muntamah (Umi Oded), menegaskan bahwa di tengah banyaknya program strategis, ketahanan keluarga tetap harus menjadi fokus utama. Menurutnya, seluruh upaya pembangunan masyarakat akan sulit mencapai hasil maksimal apabila tidak dimulai dari keluarga sebagai fondasi nilai dan karakter.
Umi menjelaskan bahwa rumah tangga adalah ruang pertama tumbuhnya keteladanan, budi pekerti, dan ketahanan mental anak-anak. Ia juga memandang, tantangan terbesar perempuan saat ini tidak hanya berupa tekanan ekonomi atau beban sosial, tetapi juga kebutuhan untuk terus memperkuat ilmu, meningkatkan kesadaran diri, dan menumbuhkan kemauan yang kuat untuk berperan aktif dalam pendidikan keluarga.
“Tantangan perempuan hari ini bukan hanya tekanan ekonomi dan beban sosial, tetapi bagaimana mereka bisa terus memperkuat ilmu, meningkatkan kesadaran diri, dan menumbuhkan kemauan yang kuat untuk berperan aktif dalam pendidikan keluarga,” ungkapnya belum lama ini di Bandung.
Karena itu, Ia menegaskan kebutuhan strategis Jawa Barat terhadap perempuan yang berdaya. Dikatakannya, Jawa Barat membutuhkan perempuan yang mampu memberdayakan potensinya, menghadirkan keteladanan, serta membangun lingkungan rumah yang penuh nilai, stabilitas emosional, dan pendidikan moral yang kuat bagi anak-anak.
“Pembangunan Jawa Barat harus berpijak dari ruang terkecil namun paling strategis yaitu keluarga. Melalui penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas kader, dan komitmen pelayanan publik. Perbaikan masyarakat diawali dari keluarga. Jika keluarganya kuat dan bahagia, maka masyarakatnya akan ikut kuat dan bahagia. Keluarga yang kuat akan melahirkan pemimpin-pemimpin hebat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keluarga yang sehat secara emosional, harmonis dalam hubungan antaranggotanya, dan konsisten menghadirkan interaksi positif akan melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman.
Sebagai figur perempuan Jawa Barat, Umi juga menyoroti tantangan besar yang sedang dihadapi perempuan dalam membina keluarga. Dengan populasi perempuan yang mencapai setengah penduduk Jawa Barat dan lebih dari 17,3 juta keluarga yang hidup di provinsi ini, Umi menekankan bahwa masa depan Jawa Barat sangat bergantung pada kualitas perempuan dalam menjalankan peran pendidik pertama di rumah. (*)












