Untuk ke 12 Kali FK-DKISIP Gelar Seminar Nasional dan Hadirkan 12 Pembicara

FK-DKISIP untuk ke 12 kalinya menggelar seminar nasional yang berlangsung di FISIP Unikom Bandung, Selasa 4 Juli 2023. (Photo: istimewa)

BANDUNG, LJ – Forum Komunikasi Dekan FISIP/Ketua STISIP PTS se Indonesia (FK-DKISIP) untuk ke 12 kalinya menggelar seminar nasional yang mengangkat judul “Tantangan, Permasalahan dan Prospek Pemilu 2024 dan Perspektif Ilmu Sosial, Politik, Administrasi dan Komunikasi” yang berlangsung di FISIP Unikom Bandung, Selasa 4 Juli 2023.

Dalam press release yang diterima redaksi Senin (10/7/2023), Forum ilmiah yang berlangsung secara hibrid dan berlangsung 2 sesi itu menampilkan 12 anggota FK-DKISIP sebagai pembicara dari Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Makassar, Kupang, Tasikmalaya, Sintang, Luwuk, Serang dan Ambon.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum FK-DKISIP, Prof. Dr. Samugyo Ibnu Redjo mengatakan diskusi akademis ini sekaligus menandai HUT ke 3 berdirinya organisasi yang menghimpun para dekan/ketua dari Papua sd Aceh yang anggotanya 212 orang.

“Organisasi FK-DKISIP ini bukan kaleng-kaleng. Sejak berdiri tepat 3 tahun lalu telah membahas melalui webinar nasional berbagai isu sosial politik yang menyangkut kepentingan bangsa yang lebih besar,” papar Samugyo.

Beberapa isu yang pernah jadi tema seminar, lanjutnya, adalah ideologi Pancasila, dinasti politik pilkada, komunikasi publik, bisnis pada era Covid, wawasan kebangsaan, terorisme dan komunisme, perpanjangan jabatan kades, akreditasi mandiri, kebijakan karier dosen, dan program MBKM.

“Hal ini merupakan bentuk nyata kehirauan para akademisi ini untuk berlangsungnya pemilu 2024 yang lebih berkualitas,” terangnya.

Pengurus FK-DKISIP beserta pembicara berphoto bersama pada seminar nasional yang berlangsung di FISIP Unikom Bandung, Selasa 4 Juli 2023. (Photo: istimewa)

Adapun Sekjen FK-DKISIP sebagai pemantik Diskusi, Drs. Tatang Sudrajat, S.IP.,M.Si. yang juga merupakan mantan Dekan Fisip USB YPKP Bandung 2018-2022 menyoroti kepentingan publik sebagai esensi dari kebijakan publik untuk menelaah berbagai isu dan kontroversi kepemiluan.

Sementara itu Ketua Panpel Seminar Nasional, Dr. Lilis Puspitawati yang juga Dekan FISIP Unikom menyebutkan bahwa seminar nasional ini berlangsung pada sesi pagi dan siang, sebagai realisasi program kerja FK-DKISIP sekaligus sebagai bentuk kepedulian para ilmuwan sosial politik terhadap isu kepemiluan.

Dalam seminar tersebut ada beberapa catatan mengemuka terkait tantangan pemilu antara lain berupa potensi keretakan sosial, distorsi kebebasan berupa hate speech dan hoaks, serta diskoneksi partisipasi dan pascapemilu.

Begitu juga dalam perspektif sosiologi, pemilu merupakan fenomena sosial yang melibatkan interaksi individu, kelompok dan institusi. Proses politik ini menunjukan adanya partisipasi warga masyarakat untuk menentukan masa depan melalui pemimpin yang mereka pilih.

Selain dalam perspektif komunikasi bahwa digitalisasi sebagai kemunculan media baru dalam pemilu sebagai proses politik merupakan hal yang tidak terhindarkan. Namun demikian, lesan politik yang tersampaikan harus selaras dengan kemampuan masyrakat dalam menerima informasi pemilu. (San)