Walikota Resmikan TMMK Pasir Impun Mandalajati

  • Bagikan

BANDUNG (Lintasjabar.com),- TNI Membangun Kelurahan (TMMK) merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan TNI dalam membantu dan memenuhi prasarana sarana fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan. TMMK adalah wujud sinergitas, kebersamaan dan kemitraan TNI, masyarakat dan pemerintah kota yang dilandasi semangat rempug jukung saujunan (gotong royong).

“Kegiatan TMMK di Kota Bandung,  setiap tahunnya telah dilaksanakan konsisten. Ini bukti kuatnya komitmen dan kepedulian TNI terhadap perbaikan nasib rakyat menuju kualitas yang lebih baik,” kata Wali Kota Bandung, H Dada Rosada membuka kegiatan TMMK 2010 di Kelurahan Pasir Impun Kecamatan Mandalajati Bandung, Sabtu (13/11).

Dalam kesempatan ini, Dada bersama Dandim 0618/Bandung, Letkol Yutfi Senjaya bersama-sama menanam pohon produktif jenis rambutan melepas burung dan menebar ikan lele di kali Cisanggarung-Cisaranten. Kegiatan juta ditandai pernyataan sikap masyarakat Mandalajati dalam pemeliharaan dan pengawasan lingkungan hidup. Dituangkan dalam naskah deklarasi, berintikan tidak akan membuang sampah kesungai, dan siap menanam pohon.

TMMK disebut Dada, juga merupakan penguat nilai-nilai kearifan budaya lokal. Penguat bisa yang mendorong semangat warga memberdayakan dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Karenanya Dada menandaskan, orientasi TMMK  lebih pada pemberian stimulus atau rangsangan. Lebih pada pembelajaran menggalang potensi warga, menjalin kemitraan dan membangun semangat kemandirian dalam memenuhi kebutuhan komunitas.

Dada berharap, program TMMK tidak saja mampu memotivasi warga lebih giat berkarya, tapi juga mampu menjalin kerjasama dengan siapapun, mampu mengembangkan inisiatif dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Secara khusus dada juga minta, para pimpinan SKPD dan para Camat, lebih peka dan bersungguh-sungguh memfasilitasi kegiatan. Karena kegiatan TMMK, bagian dari instrumen pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Pemkot Bandung secara keseluruhan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat (BKPPM) Kota Bandung, Askary Wiirantaatmaja selaku Ketua Tim Pokjanal TMMK, melaporkan, kegiatan dari unsur TNI melibatkan lebih dari 600 orang. Teridri dari unsur TNI (Zipur III Siliwangi, Zipur 9 Kostrad, Armed, Kavaleri)  dan masyarakat.

Kegiatan yang sudah berlangsung sejak 12 November, secara resmi dilaknanakan selama 14 hari, mulai 13 hingga 27 November 2010. “Beberapa kegiatan fisik, sebelumnya sudah ada yang dikerjakan, bahkan diantaranya sudah ada yang mendekati 40 persen. Ini untuk mengejar target waktu, sehingg saat TMMK berkahir kegiatan fisik sudah selesai 100 persen,” ujarnya.

Kegiatan fisik meliputi rehab rumah kumuh sebanyak 4 buah, rehab 2 masjid, penetrasi dan pengaspalan jalan lingkungan dengan volume lebih dari 2.250 M, pembuatan sarana cuci dan mandi (MCK) dengan luas 10 X 3,5 M, pengerukan sungai Cisanggarung-Cisaranten, pembuatan 2 bak penampungan dan pemasangan pipa air bersih sepanjang 1.000 M, penanaman 1.200 pohon pelindung dan produktif dan pembuatan balai RW.

Kegiatan fisik lainnya, diantaranya rehab Madrasah Diniyah (MI) meliputi pemasangan keramik ruangan kelas, pembuatan ruang perpustakaan dan sekat kelas. Sedangkan untuk non fisik, dilakukan Pokjanal melalui forum tatap muka terpadu, diantaranya penyuluhan tentang  penghijauan, kesehatan (HIV/AIDS, sanitasi), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), bela negara, bahaya penyalahgunaan narkoba, siskamling, pembinaan mental keagamaan dan pelayanan KB. (Herdi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan