Warga Tirta Regency RW 16 Desa Langonsari Bantu Warga Terdampak Longsor Arjasari

Ketua DKM Darul Muqomah Komplek Tirta Regency RW 16 Desa Langonsari, Yudi Nugraha (pakai topi) tengah menyerahkan bantuan di lokasi pengungsian di Kampung Sompok Desa Wargaluyu Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, Minggu (7/12/2025).

KAB. BANDUNG, LINTAS JABAR – Sebagai bentuk kepedulian, warga Komplek Tirta Regency RW 16 Desa Langonsari Kecamatan Pemeungpeuk Kabupaten Bandung menyalurkan bantuan bagi korban serta warga terdampak bencana longsor yang terjadi di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu.

Penyaluran donasi dari warga tersebut dipimpin oleh Ketua DKM Darul Muqomah Komplek Tirta Regency RW 16 Desa Langonsari, Yudi Nugraha yang diterima salah seorang petugas di lokasi pengungsian di Kampung Sompok Desa Wargaluyu Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, Minggu (7/12/2025).

Adapun bantuan yang disalurkan, menurut Yudi diantaranya berupa uang, beras, minyak goreng, mie instan, pakaian layak, minuman kaleng qurma serta makanan lainnya.

“Kami mulai menggalang donasi waktu pagi tadi (hari minggu pagi), terus alhamdulillah setelah terkumpul langsung kami salurkan amanah dari warga tersebut hari ini juga,” ujarnya kepada lintasjabar.com.

Tak ketinggalan, dalam penyaluran bantuan tersebut, Yudi bersama pengurus lainnya turut menjenguk salah seorang korban musibah longsor Arjasari.

“Kami haturkan banyak terimakasih kepada warga atas bantuan dan kepeduliannya. Semoga apa yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak,” terangnya.

Ditambahkannya, Komplek Tirta Regency yang berdomisili di Desa Langonsari merupakan lokasi yang relatif tak jauh dari titik lokasi musibah longsor, karena itu ia menilai sudah semestinya sebagai tetangga harus turut membantu sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dan kepekaan sosial.

Yudi pun berharap warga korban bencana dapat segera memulai kembali kehidupan dengan lebih baik.

Seperti diberitakan, longsor terjadi pada Jumat (5/12/2025) pukul 17.00 WIB akibat curah hujan tinggi sejak siang hari. Pergerakan tanah tersebut bahkan menimbun 6 rumah milik 7 Kepala Keluarga (KK) dan menyebabkan tiga warga belum ditemukan.

Akibat bencana ini, sekurangnya ada 762 jiwa yang terpaksa mengungsi ke rumah saudara atau warga sekitar. Selain itu, material longsor memicu banjir lumpur di Jalan Cikupa dengan ketinggian sekitar 40 cm.

Sementara data pengungsi menunjukkan adanya kelompok rentan seperti bayi, balita, lansia, dan ibu hamil sehingga kebutuhan dasar mereka harus segera dipenuhi. (San)