BANDUNG, LJ – Konflik dua ormas yang diduga dilakukan antara Manggala Garuda Putih dan Pemuda Pancasila di Kota Bandung sungguh sangat meresahkan warga, pasalnya pihak korban tidak hanya anggota ormas yang berselisih saja, tetapi menyasar yang lain juga. Termasuk dua orang kader Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kota Bandung ikut menjadi korban tindakan kekerasan oknum ormas yang bertikai tersebut.
Bahkan kedua kader GPPI Kota Bandung tersebut dipukuli secara brutal, bahkan terancam senjata tajam.

Diceritakan Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) GPII Jabar, Irwan Sholeh Amir tepatnya hari Rabu siang, 24 April 2019, sekitar pukul 12.30 wib, Ronny Saepul Rahman yang merupakan Ketua Pimpinan Daerah (PD) GPII Kota Bandung bersama Dedy Safrudin Kepala Bidang Sosial Politik (Bid. Sospol) tengah mengendarai sepeda motor di sekitar Jalan Braga Kota Bandung.
“Saat melintas mereka sempat mendengar keributan terjadi, bahkan melihat satu orang korban tergeletak di jalan, spontan keduanya berhenti untuk melihat situasi, namun ternyata malah diteriaki dan dituduh merekam kejadian,” terang Irwan dalam keterangan persnya kemarin.
Tak dinyana, sekira puluhan anggota ormas yang sedang melakukan sweeping mengejar semua orang yang saat itu hendak mendokumentasikan peristiwa siang itu.
“Dua kader kami dari GPII Kota Bandung termasuk yang ikut dikejar dan diseret paksa turun dari sepeda motor. Selain ada upaya perampasan handphone, mereka berdua harus menerima pukulan dan tendangan yang bertubi-tubi, puluhan orang mengeroyok mereka berdua dengan membabi buta,” paparnya.
Namun sambungnya, kedua kader GPII tersebut berhasil melarikan diri dan mendapat perlindungan dari pihak polisi yang mencoba mengamankan situasi, meskipun mengalami luka-luka yang cukup serius.
“Keduanya sampai harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk diobati dan menjalani visum, setelah itu membuat laporan ke Polrestabes Bandung atas dugaan tindak pidana kekerasan yang dialami, sesuai dengan pasal 170 ayat 01 KUHP,” paparnya.
Atas insiden itu, ditegaskannya pihak PW GPII Jawa Barat mengecam keras tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum-oknum ormas yang bertikai terhadap dua kadernya.
Untuk itu, menyikapi insiden tersebut PW GPII Jabar dalam pernyataan sikap tertulisnya yang ditandatangani Ketum PW GPII Jabar, Irwan Sholeh Amir bersama Sekretaris Umum, Taufik Rachmat Sudrajat menegaskan:
Menolak segala bentuk aksi premanisme di Kota Bandung.
Meminta pihak kepolisian menangkap dan menindak tegas pelaku penganiayaan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Mendesak Pemerintah Kota Bandung untuk bersikap dan berperan aktif menciptakan lingkungan yang kondusif, aman dan tentram bagi warganya.
Menghimbau semua stakeholder dan tokoh masyarakat untuk ikut serta mengecam aksi premanisme yang terjadi di kota Bandung.
Mengajak masyarakat untuk tetap waspada bila terjadi bentrokan susulan. (Red)












