[lintasjabar tkp] Bagi legislator Partai Gerindra, H. Arif Hamid Rahman membangun keutuhan dan nilai-nilai luhur dalam keluarga amatlah sangat penting.

Sebab menurut anggota DPRD Jabar ini, keharmonisan dalam keluarga memberikan dampak luar biasa pengaruhnya pada aktifitas kerja sehari-hari.
Dikatakan, keluarga memiliki peranan utama bukan hanya dalam mengasuh anak, tetapi menjadi madrasah atau sekolah dalam lingkup pendidikan psikis maupun pisik. Disamping juga keluarga menciptakan edukasi di segala norma dan etika yang berlaku di dalam lingkungan masyarakat, dan budayanya dapat diteruskan dari orang tua kepada anaknya dari generasi-generasi yang disesuaikan dengan perkembangan masyarakat.
“Dewasa ini, sering kita jumpai kasus kenakalan remaja yang menjurus ke tindak kriminal, tindakan asusila dengan pelaku anak-anak di bawah umur, maupun hal yang terlihat “sepele” seperti hilangnya rasa hormat murid terhadap guru. Apa penyebabnya? Kita bisa saja menyebut perkembangan jaman dan gempuran teknologi sebagai beberapa penyebab kemerosotan moral tersebut. Namun, ada hal yang lebih dekat yang lupa kita periksa, yaitu keluarga,” ujarnya kepada lintasjabar.com, Jumat (23/10/2020).

Terlebih, menurut anggota Komisi I ini, keluarga menjadi entitas terpenting bagi kehidupan seseorang sejak ia kanak-kanak. Melalui keluarga, karakter dan kebiasaan seseorang terbentuk.
“Pendidikan yang pertama pun berlangsung di dalam keluarga, bukan sekolah. Hilangnya peran penting keluarga dalam kehidupan seorang anak mampu menumbuhkan perilaku negatif yang ia bawa hingga dewasa,” terang alumnus Al-Azhar Univ Cairo (2000) dan MAN Aliyah Pajagalan Bandung (1995).
Karena itu, lanjutnya, perlu memahami fungsi nilai-nilai dalam keluarga dengan baik. Disini, orangtua berperan menanamkan nilai agama sekaligus memberi identitas agama kepada anak. Keluarga yang berhasil menerapkan nilai-nilai agama melalui contoh dalam kehidupan sehari-hari mampu memberikan fondasi yang kuat bagi setiap anggota keluarganya bahkan keluarga akan melahirkan peradaban masyarakat yang kuat.
“Seburuk apapun konflik yang terjadi di dalam keluarga, hindari terjadinya tindak kekerasan verbal maupun fisik, diskriminasi, dan pemaksaan kehendak.
Keluarga juga punya peran penting dalam memperkenalkan kepada nilai-nilai sosial budaya yang ada di masyarakat. Terlebih lagi di Indonesia, sopan santun sangat dijunjung tinggi, dengan berbagai macam norma, adat istiadat, dan budi pekerti yang berlaku di masyarakat,” tutur mantan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bandung ini.
Bahkan dalam keluarga disebabkan oleh interaksi intensif yang terjadi sehingga proses pendidikan terjadi secara natural dan efektif. Gaya hidup ramah lingkungan pun dapat terwujud jika ditanamkan sejak dini dalam keluarga. Begitu juga dengan kebiasaan peduli dengan lingkungan sekitar seperti tetangga dan masyarakat secara umum. (San/Red)












