
BANDUNG, LJ – Perumda Tirtawening Kota Bandung membagikan air bersih menggunakan tangki secara cuma-cuma baik untuk pelanggan maupun non pelanggan.
Kali ini lokasi pembagian bantuan air bersih dilakukan di Jalan Mekarsari RT 03 RW 17 Kelurahan Babakan Sari Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung tepatnya di belakang Masjid Al’idrisiyyah, Senin 02 Oktober 2023.
Sebelumnya, dalam sebulan ini bantuan air bersih pun diberikan Perumda Tirtawening di wilayah lainnya di Kota Bandung.
“Kebijakan ini (bantuan air bersih), akan terus kami lanjutkan di lokasi lainnya hingga musim penghujan tiba,” terang Direktur Utama Perumda Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi kepada awak media di lokasi bantuan air bersih.
Diakuinya, hal tersebut untuk membantu warga yang kesulitan mendapat air bersih di wilayahnya saat musim kemarau. Bahkan bantuan air bersih gratis ini diberikan untuk warga sebanyak 10.000 liter.
“Mudah-mudahan bisa membantu masyarakat dalam kondisi kekeringan, karena memang air tanah disini pun kualitasnya belum layak konsumsi,” ungkap Sonny.

Sonny juga mempersilahkan warga agar mengajukan permohonan bantuan dengan cara berkelompok. Disamping itu, agar warga juga menyiapkan bak penampungan yang lebih besar untuk memudahkan distribusi bantuan layanan air bersih.
“Sebab, jika hanya menggunakan jerigen, sudah barang tentu akan membutuhkan waktu yang lama, sehingga mobil tangki milik kami tidak bisa cepat untuk mengisi ulang,” jelasnya.
Menurutnya, bantuan air bersih ini tidak semua khusus untuk pelanggan. Dan dalam kondisi kekeringan seperti ini, bantuan air bersih diberikan untuk semua warga.
“Walaupun Perumda Tirtawening memproduksi air bersih menggunakan energi dan segala macamnya,” aku Sonny.
Sementara untuk wilayah yang mengajukan bantuan sendiri, Sonny mengatakan, dari enam wilayah pelayanan, ada sekitar 3 sampai 4 titik yang mengajukan. Meski begitu, tidak semua wilayah terkena dampak kekeringan akibat musim kemarau tahun ini.
“Dalam kondisi seperti ini, semua terdampak. Kita memberikan pelayanan ini sesuai permintaan atau dengan sistem jemput bola. Pelayanan ini akan terus kita berikan, sampai nanti air baku kembali kepada kondisi normal,” pungkasnya. (San)










