
KAB. GARUT, LINTAS JABAR – Anggota MPR RI Muhammad Hoerudin Amin kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan diselenggarakan di Bungbulang, Kabupaten Garut, Jumat, 11 September 2026.
Kegiatan sebagai media Sosdap MPR RI tersebut mengupas tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
Pada kesempatan itu, Hoerudin Amin yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN membeberkan kaitan Empat Pilar Kebangsaan dengan sejarah bangsa.
“Keempat pilar ini lahir dari proses sejarah kebangsaan panjang perjuangan para pendiri bangsa atau the founding fathers. Dan nilai-nilai ini disepakati bersama sebagai konsensus nasional atau fondasi perekat kemerdekaan dan keutuhan bangsa Indonesia,” jelasnya.
Menurutnya, MPR RI terus membumikan nilai-nilai empat pilar kebangsaan agar generasi muda memiliki jiwa nasionalis, karakter kuat, dan tahan dari ancaman perpecahan.
Karena itu, sambung Hoerudin, sebagai cara menjaga ketahanan dan kebangsaan maka butuh mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai dasar dan pandangan hidup bangsa.
“Sebagai bangsa yang fluralistik, menjaga kerukunan dan menghargai perbedaan suku, agama, serta ras sesuai semangat Bhinneka Tunggal Ika adalah semangat yang harus terus dimiliki dan dijunjung tinggi,” tegas legislator asal Dapil Jabar XI meliputi Kabupaten Garut, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya.
Begitu juga, Hoerudin memandang dengan mencintai produk dalam negeri merupakan salah satu bentuk patriotisme disamping dapat membantu memperkuat perekonomian nasional.
Yang tak kalah penting, lanjutnya adalah dalam era digitalisasi informasi, masyarakat harus mampu bagaimana menyaring budaya asing dan berita yang masuk agar terhindar dari informasi palsu atau hoaks.
“Jangan sampai terjebak pada informasi hoaks atau berita bohong yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Maka butuh menyaring informasi terlebih dahulu atau diperlukan tabayun untuk mendapatkan informasi yang benar,” terangnya.
Ia juga mendorong anak muda sebagai generasi bangsa untuk senantiasa mengikuti kegiatan-kegiatan positif di lingkungan sekitar, seperti gotong royong dan terlibat dalam organisasi masyarakat hingga berkontribusi pada kemajuan pembangunan wilayahnya. (Red)












