BANDUNG, LJ – Gerakan dalam penanganan Sungai Citarum yang dilakukan Mayjen TNI, Doni Monardo selama menjabat Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi begitu banyak menarik perhatian.
Bagaimana tidak, gerakannya dalam program Citarum Harum sungguh melibatkan banyak pihak dan kalangan baik praktisi peduli lingkungan, seniman budayawan, akademisi serta banyak stakeholder lainnya tidak terkecuali peranan media massa yang dirangkul untuk sama-sama memberikan kepedulian terhadap permasalahan Sungai Citarum kini.
Sebelumnya penanganan Sungai Citarum tampak dilaksanakan secara terpisah bahkan dilakukan secara masing-masing melalui instansi terkait yang menangani Citarum, begitu pula praktisi lingkungan serta elemen masyarakat lainnya. Namun melalui Doni Monardo sebagai Pangdam III Siliwangi kemudian menggalang elemen yang terserak itu menjadi satu komando dalam menggerakkan bagaimana Citarum kembali bersih.
Berbicara Sungai Citarum, tegas Doni, bukan hanya persoalan pembersihan sampah saja, akan tetapi menyangkut pula permasalahan limbah yang telah memberikan andil besar dalam pencemarannya. Walau kondisi kini Sungai Citarum dinilai dalam ambang “kritis”, namun ia menegaskan tidak ada kata terlambat untuk kembali menghidupkan serta membersihkan kembali Sungai Citarum mulai dari hulu hingga ke anak-anak sungainya.
“Saat saya bertemu dengan Pak Gubernur Ahmad Heryawan, kita berdiskusi. Pak Gubernur berkata seharusnya gerakan seperti ini dilakukan sejak 20 tahun yang lalu. Tapi kemudian saya katakan kepada gubernur bahwa tidak ada kata terlambat,” papar Doni dalam sambutannya di Aula Silih Wangi Makodam III Siliwangi Bandung, Senin (20/3/2018).
Ada optimisme yang besar di benak panglima, sampai-sampai ia menyatakan kelak Sungai Citarum dapat menjadi sungai yang terbersih di Indonesia. Keyakinannya tersebut, bukan tanpa alasan, sebab program yang digagas dan dilaksanakan para prajurit Siliwangi mulai terjadi ada perubahan sikap dan perilaku masyarakat.
Terlebih program Citarum Harum mendapat support dari banyak pihak, sehingga pencanangan Sungai Citarum Harum dipandangnya akan lebih efektif dan sesuai harapan. Dan kini telah dipersiapkan pula payung hukumnya melalui Peraturan Presiden (Perpres) yang saat ini tengah dalam proses pengggodokan dan akan segera turun.
Dengan keluarnya perpres tersebut, sambung Doni, maka program perbaikan kondisi sungai terpanjang di Jawa Barat tersebut akan semakin kuat.
“Saya yakin gerakan Citarum Harum akan membawa Sungai Citarum menjadi Sungai yang terbersih di Indonesia. Dan program Citarum Harum diharapkan tidak terhenti oleh karena penggantian jabatan Pangdam III/ Siliwangi. Teruskanlah, walaupun saya bukan Pangdam Siliwangi lagi tapi saya tetap akan terus mensupport untuk Citarum Harum. Karena hati saya ada disini,” tandasnya sambil menahan haru.
Beberapa kali Doni harus menahan haru dan tangisnya, saat memberikan sambutan dihadapan para pegiat Citarum baik dari kalangan akademisi, seniman, budayawan serta insan pers. Menurutnya, semangat warga Jawa Barat dan Maung Siliwangi dalam penyelamatan Citarum sangat luar biasa. Dan ia tegaskan, sebagai prajurit ia harus patuh pada pimpinan walau sebenarnya ia merasakan masih betah berada di Jawa Barat.
Sementara itu Kepala Pendam III/Siliwangi, Kolonel Arh, M. Desi Ariyanto menjelaskan, sesuai Skep Panglima TNI, akan terjadi pemberhentian dan pengangkatan 9 Pati, diantaranya penggantian jabatan Pangdam III/Siliwangi dari Mayjen TNI Doni Monardo yang akan menduduki jabatan sebagai Sesjen Watannas dan penggantinya Mayjen TNI Besar Harto Karyawan. Serah terima jabatannya pada 22 Maret 2018.
Sebelum serah terima itu, Doni Monardo memberikan apresiasi serta penghargaan kepada kalangan pegiat Citarum termasuk awak yang selama ini membantu memberikan informasi program Citarum Harum yang dilaksanakan para prajurit Siliwangi.
“Para jurnalis yang menerima penghargaan itu, mereka yang telah berpartisipasi dan berdedikasi dengan pemberitaan dan sosialisasi program Citarum Harum,” ujarnya. (Ihsan)












