
KAB. BANDUNG, LINTAS JABAR – Lembaga Kursus (LK) MEY kembali memperoleh kepercayaan dari Direktorat Kursus dan Pelatihan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk menyelenggarakan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026.
Pada tahun ini, Program PKW LK MEY mengusung bidang keterampilan Tata Rias Pengantin Modern, sebuah bidang usaha yang dinilai memiliki prospek cerah dan peluang pasar yang sangat besar di Indonesia. Tingginya kebutuhan jasa tata rias pengantin, berkembangnya industri pernikahan, serta meningkatnya tren penggunaan jasa profesional menjadi alasan utama pemilihan bidang keterampilan tersebut.
Pelaksanaan Program PKW 2026 didukung oleh berbagai mitra strategis, di antaranya UMKM Sanggar Rias Ersa Wedding, Ani Wedding, Afkar Wedding Gallery, platform digital Rumah Menara Visual, Bank BPR Kertaraharja, DPMPTSP, serta berbagai vendor pernikahan yang berperan dalam mendukung proses pembelajaran, pendampingan usaha, hingga pengembangan jaringan bisnis peserta.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Dari kuota yang tersedia untuk 25 peserta, tercatat lebih dari 150 pendaftar mengikuti proses seleksi. Kondisi tersebut membuat tim rekrutmen harus menerapkan seleksi yang ketat untuk memperoleh peserta terbaik yang memiliki motivasi tinggi untuk berwirausaha.
Selama program berlangsung, peserta mengikuti pembelajaran sebanyak 250 Jam Pelajaran (JPL) yang terdiri dari empat komponen utama, yaitu pendidikan karakter kewirausahaan, penguatan manajemen usaha, pendidikan keterampilan tata rias pengantin modern, serta pendampingan rintisan usaha.
Pada pendidikan karakter kewirausahaan, peserta dibekali nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, keramahan, ketekunan, kesabaran, kreativitas, semangat belajar, dan pantang menyerah sebagai fondasi utama dalam menjalankan usaha.
Pada materi penguatan manajemen usaha, peserta belajar membangun media sosial usaha, menyusun price list jasa tata rias, membuat rencana usaha sanggar rias, mempelajari manajemen SDM, manajemen risiko, hingga strategi membangun kerja sama dengan vendor-vendor pernikahan. Sehingga sampai dengan 75% pembelajaran media sosial peserta sudah lumayan banyak isinya dan menjadi media promosi yang bagus dan terbukti menghasilkan beberapa client make up yang didapatkan oleh para peserta.
Sementara pada pendidikan keterampilan, peserta mempelajari Tata Rias Pengantin Modern yang diawali dengan pengenalan Tata Rias Pengantin Pembakuan sebagai dasar keilmuan tata rias pengantin tradisional Indonesia. Pembelajaran dilaksanakan menggunakan metode Project Based Learning (PjBL), di mana 50 persen proses pembelajaran dilakukan melalui proyek nyata di lapangan.
Dalam pelaksanaan proyek, peserta melalui beberapa tahapan, mulai dari menentukan ide proyek, menyusun desain proyek, melaksanakan proyek pada klien nyata di gedung pernikahan, melakukan monitoring proyek, hingga menyajikan hasil proyek yang telah dilaksanakan. Di akhir program, seluruh peserta mengikuti evaluasi Kewirausahaan dan evaluasi keterampilan berupa ujian tata rias pengantin.
Selain pembelajaran, peserta juga memperoleh pendampingan usaha secara berkelanjutan. Pendampingan dilakukan oleh LK MEY, UMKM Sanggar Rias mitra, organisasi profesi KATALIA (Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi dan Modern Indonesia), serta Komunitas MUADAS (Make Up Artist Bedas).
Berbagai bentuk pendampingan yang diberikan meliputi konsultasi usaha, pendampingan mengikuti event tata rias tingkat kabupaten dan provinsi, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis bekerja sama dengan DPMPTSP yang sudah dilaksanakan pada tanggal 2 juli 2026, pendampingan pemasaran melalui media sosial kelompok usaha, hingga akses permodalan berupa pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan dari Bank BPR Kertaraharja yang merupakan program inisiasi Bupati Bandung dimana bunga bank tersebut dibayar oleh pemerintah daerah sebagai wujud perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan dan terkendala kesulitan keuangan, pendampingan yang lain adalah peminjaman peralatan pengantin melalui Koperasi Sunda Putri.
Ketua LK Mey, Mey Delislela Haryati, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh Direktorat Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kepada LK Mey.
“Kami sangat bersyukur karena kembali dipercaya oleh Direktorat Kursus dan Pelatihan untuk menyelenggarakan Program PKW Tahun 2026. Program ini bukan hanya memberikan keterampilan tata rias pengantin, tetapi juga membangun karakter dan mental kewirausahaan peserta agar mampu menciptakan usaha mandiri yang berkelanjutan. Harapan kami, para peserta bisa sukses menjadi wirausaha dan mampu menjadi pencipta lapangan kerja di bidang industri kecantikan dan pernikahan,” ujar Mey dalam siaran persnya yang diterima redaksi Selasa, 14 Juli 2026.
Salah satu peserta yang berhasil lolos seleksi, Nisrina, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari Program PKW LK MEY.
“Saya sangat bersyukur bisa lolos seleksi karena jumlah pendaftar sangat banyak. Program ini memberikan kesempatan bagi saya untuk belajar langsung dari Instruktur tata rias, para praktisi dan mendapatkan pengalaman merias klien nyata. Saya semakin percaya diri untuk merintis usaha tata rias pengantin sendiri,” jelasnya.
Demi mengikuti program ini dirinya rela pindah tempat ke kontrakan dekat Lembaga karena jarak tempuh dari tempat tinggalnya yaitu di cicalengka lumayan jauh ke Lembaga.
Program PKW LK MEY Tahun 2026 dilaksanakan mulai 23 Mei hingga 25 Juli 2026 dan ditutup dengan pelaksanaan evaluasi atau ujian tata rias pengantin serta seremoni penutupan program. Melalui program ini, diharapkan lahir wirausaha-wirausaha baru yang kompeten, mandiri, dan mampu berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui industri tata rias dan pernikahan. (Adv)












