DPRD Jabar Dorong Pemprop Tambah Anggaran Onecall

BANDUNG, LJ – Sudah selayaknya Pemerintah Propinsi Jawa Barat dalam penyusunan anggaran dapat menambah anggaran tanggap darurat bencana. Hal ini penting, sebab Jawa Barat tergolong daerah rawan bencana alam.

Menurut anggota DPRD Jabar, Gatot Tjahyono, berdasarkan peta geografi, mayoritas wilayah di Jabar tergolong daerah rawan bencana alam, baik itu berupa tanah longor maupun banjir. Untuk itu, DPRD Jabar akan mendorong pihak Pemprov untuk mempersiapkan dan menambah dana bencana alam atau dana onecall atau tanggap darurat.

Dirinya menilai musibah bencana itu tidak dapat dipradiksi kapan akan terjadi dan bila sewaktu-waktu terjadi bencana alam secara cepat dapat diatasi.

“Begitu mendengar dan mengetahui terjadi bencana alam, maka Pemprov Jabar secepatnya mengajukan permohonan ke Dewan untuk minta persetujuan pencairan dana bencana/onecall yang memang sudah disediakan. Namanya penanganan tanggap darurat itu harus cepat, jangan sampai jatuh korban jiwa karena terkendala lamanya pencairan anggaran,” kata Gatot Tjahyono kepada wartawan di Bandung, Rabu, (14/3/2018).

Dikatakan Gatot, sudah beberapa tahun ini anggaran untuk tanggap darurat bencana alam di Jawa Barat, tidak ada dalam APBD. Padahal, hampir setiap tahun di beberapa wilayah terjadi bencana alam. Bahkan pada 2018 saja, ada beberapa dearah yang dilanda bencana, di antaranya Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat), Karawang, Bekasi, Kabupaten/Kota Cirebon, Kuningan, Ciamis, Tasikmalaya. (Herdi)

Tinggalkan Balasan