Arif Hamid Rahman Gelar Gowes Munggaran Bersama KAPPI 95

  • Bagikan

[lintasjabar tkp] Puluhan “Goweser” yang tergabung dalam Keluarga Alumni Pesantren Persatuan Islam (KAPPI) Bandung angkatan 95 konvoi bersepeda santai yang dimulai di Soreang menuju Napak Sancang Cililin Kabupaten Bandung Barat, Kamis (11/3/2021).

Goweser baik yang sudah terbiasa maupun pemula sedari pagi sudah mulai berkumpul untuk kemudian dilakukan briefing yang dipandu Ketua KAPPI 95, Irfan Hakim sebelum kemudian melakukan star menapaki jalan sesuai rute yang telah ditentukan.

Irfan mengharapkan agar tetap menjaga ketertiban, keselamatan selama perjalanan serta menghargai pengguna jalan. Sebab, sambungnya, gowes ini bukan ajang balap-balapan atau perlombaan tetapi lebih kepada gowes rileks, santai dan dinikmati sebagai refreshing.

[xyz-ips snippet=”bacajuga”]

Senada diungkapkan anggota DPRD Jawa Barat yang juga Dewan Penasehat KAPPI 95, H. Arif Hamid Rahman, SH, agar para goweser selalu tertib dan santun dalam bersepeda. Ia menekankan bagi goweser pemula bila dirasa sudah kelelahan makan jangan sungkan-sungkan untuk berhenti jangan sampai dipaksakan.

“Gowes ini dalam rangka meningkatkan imunitas tubuh, refreshing serta bagian dari ajang silaturahmi KAPPI 95 di tengah meluasnya pandemi Covid-19. Kegiatan gowes sendiri merupakan Gowes Munggaran atau dalam bahasa Indonesianya pertama kali diadakan khusus untuk KAPPI 95,” terang anggota Fraksi Gerindra Persatuan ini.

Sudah sangat dipahami, olahraga sepeda menjadi pilihan populer banyak kalangan di negara saat ini, baik itu tujuannya untuk olahraga, transporatsi, berwisata ria, maupun hanya untuk sekedar gaya-gayaan. Namun terlepas dari itu, kita sering sekali mendengar kata-kata “GOWES” acap menjadi ajang olahraga santai yang sangat digandrungi berbagai kalangan usia.

Gowes sendiri adalah aktifitas mengayuh Pedal pada sepeda, dan orang jaman “Now” lebih banyak menyebut kata Gowes daripada mengayuh, mungkin dikarenakan lebih simpel dan enak didengar, serta lebih gaul terdengar di telinga.

“Namun pada intinya apapun artinya semoga kegiatan bersepeda yang kian marak akhir-akhir ini bukan hanya sekedar trend, tapi menjadi sebuah budaya yang akan berdampak positif pada lingkungan kita. Dan hal positif ini semoga bisa ‘meracuni’ rekan-rekan lain untuk ikut serta,” ujar Arif yang juga anggota Komisi I dari Dapil Kota Bandung dan Kota Cimahi ini. (AdikaryaPerlemen)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan