Bakti Sosial, 100 Paket Sembako dan Kadedeuh Asatidz Berhasil Disalurkan MT Daarul Ilmi

Pembina Yayasan Durrotul Ilmi, Irwan Inayaturohman, ST., MT (kanan) secara simblois tengah memberikan paket serta kadeudeuh bagi asatidz yang diwakili Ustadz Asep Supian Nurdin (pakai peci) dalam bakti sosial, Sabtu 6 April 2024. (Photo: san)

BANDUNG, LINTAS JABAR – Sebanyak 100 paket sembako, beras 3 kwintal serta kadeudeuh berbentuk uang untuk 21 asatidz telah selesai disalurkan Majelis Taklim (MT) Daarul Ilmi, di Sekretariat MT Daarul Ilmi Komplek Cibaduyut Permai Jalan Sewu No 5 Kota Bandung, Sabtu malam (6/4/2024).

Program bakti sosial tersebut merupakan agenda rutin tahunan dalam mengisi dan menyemarakkan bulan suci Ramadan 1445 hijriyah yang dikemas dengan dilaksanakannya Tablig Am serta dipungkas dengan ifthor jama’i atau berbuka puasa.

Sebelumnya, MT Daarul Ilmi dibawah naungan Yayasan Durrotul Ilmi membuka donasi baik kepada jamaah maupun simpatisan dan donatur lainnya, hingga beberapa hari sebelum pelaksanaan berhasil terkumpul sumbangan sebesar Rp. 24.150.000,-.

Dikatakan Ketua Yayasan Durrotul Ilmi, Ustadz Heriyanto bahwa MT Daarul Ilmi dibawah Yayasan Durrotul Ilmi di setiap bulan suci Ramadhan seringkali melaksanakan bakti sosial.

Hal tersebut, lanjutnya didorong dari semangat berbagi dan menebar kebaikan untuk sesama.

Ketua Yayasan Durrotul Ilmi, Ustadz Heriyanto (tengah) saat membagikan paket sembako kepada jamaah MT Daarul Ilmi. (Photo: san)

“Alhamdulillah, kegiatan kali ini menginjak tahun ke 10 MT Daarul Ilmi melaksanakan bakti sosial. Kendati ada perasaan sedih mengingat beberapa pembina kami telah lebih dahulu meninggalkan kami, seperti belum lama ini kita kehilangan atas kepergian almarhum KH. Iman Atqiya. Sebab biasanya beliau menjadi sosok yang biasa diajak sharing atau sekedar memberikan arahan,” ujarnya sambil terisak haru.

Senada disampaikan Ketua MT Daarul Ilmi, Ustadz Dedih, SH.I dirinya mengungkapkan kegiatan bakti sosial sebagai agenda tahunan telah secara konsisten dilakukan di setiap tahun terlebih di bulan Ramadan.

“Dengan Aksi Semut atau Sedekah Multi Manfaat kita bergerak untuk menyalurkan titipan dab amanah dari para muhsinin atau donatur. Dan baksos ini adalah baksos yang ke sepuluh kalinya,” ujarnya.

Menurutnya, program ini terdorong sebagai bentuk kepedulian dan empati MT Daarul Ilmi kepada para ustadz serta para jama’ah.

“Walaupun tak seberapa, namun mudah-mudahan apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan berkah bagi kami semua,” harapnya.

Al Ustadz Asep Supian Nurdin saat memberikan tausiyan dalam acara Tablig Am. (Photo: san)

Bulan Ramadhan ini, sambungnya, adalah momentum perbaikan diri, peningkatan ketakwaan dan ketaatan kepada Allah SWT. Sehingga dengan momentum ini, MT Daarul Ilmi berupaya hadir untuk sekedar berbagi kebahagiaan dan berharap mendapat keberkahan.

Acara yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB diwarnai guyuran hujan, namun demikian tak menyurutkan pengurus serta jamaah MT Daarul Ilmi untuk hadir dan memenuhi undangan yang sebelumnya telah disebar panitia.

Adapun Tablig Am sendiri menghadirkan Al Ustadz Asep Supian Nurdin yang memberikan tausiyah tentang keutamaan rasa syukur baik dalam kondisi lapang ataupun sempit.

Sosok Al Ustadz Asep Supian Nurdin adalah sosok yang tak asing lagi, mengingat ia juga merupakan salah seorang narasumber atau pengisi materi di setiap kajian mingguan yang digelar MT Daarul Ilmi.

Usai tablig am, acara lantas dirangkai dengan berbuka puasa atau ifthor jamai dan dilanjut sholat magrib berjamaah. (San)