Dana Bantuan Desa Belum Maksimal

  • Bagikan

BANDUNG LJ – Anggota Komisi I DPRD Jabar, Bambang Mujiarto mengatakan, sejak digulirkannya Dana Bantuan Desa oleh Pemprov Jabar sekitar lima tahun silam sampai kini, hasilnya belum dapat dikatakan maksimal. Untuk itu, kedepan perlu dikaji ulang/ dievaluasi dan dibuatkan regulasinya. Karena potensi masing-masing desa tidak sama.

Program Dana Desa yang digulurkan oleh Pemprov Jabar dari APBD sebesar Rp.100 juta per desa untuk infrastruktur dan Rp.15 juta per desa untuk aparatur desa, sampai kini belum menunjukan kemajuan tingkat kesejahteraan masyarakat desa.

Hal ini, karena Dewan Dewan belum melihat perkembangan yang riil dan konngkrit keterlibatan masyarakat desa terhadap program itu termasuk dampak social yang dirasakan masyarakat desa belum maksimal. Untuk itu, program dana desa ini perlu di evaluasi dan dikaji ulang

“Kenapa kita katakan belum maksimal, karena dana sebesar Rp.100 juta perdesa pertahun ditambah dari dana Pusat sekitar Rp.1,4 miliar pertahun yang disesuaikan dengan jumlah penduduk dan luas wilayah, sampai kini angka kesejahteraan masih jauh dari harapan,” terang Bambang.

Sehingga, dirinya menilai cukup wajar kalau masih banyak warga desa melakukan urbanisasi. Demi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup keluarga mereka.

Ditambahkannya, dewan menginginkan, agar bantuan dana desa yang digulirkan harus disesuaikan dengan potensi local di desa masing-masing, bukan dipukul rata. Sehingga pada saat penyusunan perencaan pembangunan desa dan mengucurkan anggaran tidak sia-sia. (Ydi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan