DPRD Menyayangkan Kerjasama Pemprov Jabar Dengan Australia Selatan Tidak Optimal

  • Bagikan

BANDUNG LJ – DPRD Jawa Barat menilai kerjasama Indonesia dengan Australia Selatan di bidang pendidikan dan pertanian tidak optimal. Pasalnya, salah satu indikasi produk pertanian yang ditawarkan tidak memenuhi standar internasional. Selain itu, kerjasama di bidang pendidkan yang  terkesan terburu-buru lantaran keterbatasan anggaran.

Anggota Komisi I DPRD Jabar, Bambang Mujiharto mengatakan, hubungan kerjasama antar negara harus dipikirkan lebih mendasar. Hasil dan nilai – nilai yang dapat diambil harus dicantumkan dalam kerjasama tersebut. Terlebih keuntungan yang akan didapatkan untuk Jabar.

“Kita hanya dijadikan pasar untuk mereka dan tidak berharap banyak hal. Memang untuk meningkatkan kualitas SDM dan Kesejahteraan Jabar, kerjasama ini justru sangat positif, saya meminta adanya itikad dari mereka (Australia Selatan-red),” ujar Bambang di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung,Rabu (27/5).

Anggota Komisi I DPRD Jabar  Ganiwati mengapresiasi kerjasama yang dijalin dengan Australia Selatan. Hubungan internasional menjadi hal positif dalam hubungan kedua Negara. Namun, akhir-akhir ini konstalasi politik yang terjadi belakangan ini memanas berkaitan dengan kasus hukum. Tentunya harus menjadi pelajaran bagi Indonesia, tidak hanya sebagai kerjasama persahabatan tetapi secara hukum dan identitas bangsa harus dijaga dan daipertahankan.

“Sebagai contoh, ada mahasiswa yang tidak boleh kuliah disalah satu universitas lantaran mereka tidak suka Indonesia. Artinya Jangan sampai kita ini di menye-menye (dilecehkan-red) oleh mereka, kita harus punya harga diri yang tinggi,” ujar Ganiwati. (Ydi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan