Gagas Jabarpreneurship GPII Audiensi Bersama Kadis KUK Jabar

Suasana audiensi antara pengurus PW GPII bersama Kadis KUK Jabar

BANDUNG, LJ – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PW GPII) Jawa Barat melakukan kunjungan silaturahmi dan audiensi ke Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat (Dinas KUK Jabar).

Dalam pres release yang diterima redaksi hari ini, disebutkan pada kesempatan itu, pengurus yang dipimpin langsung Ketua PW GPII Jabar, Irwan Soleh Amir diterima langsung Kepala Dinas KUK Jabar, Dr. Kusmana Hartadji, MM diruangannya, Senin (02/09/2019).

Suasana audiensi pun berjalan cukup hangat dan penuh keakraban, apresiasi yang tinggi justru ditunjukkan kedua belah pihak atas beberapa pencapaian dan peluang dalam mensinergiskan program.

Diungkapkan Irwan bahwa pada tahun 2018 data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) provinsi Jabar yang cukup tinggi sekitar 70,69, namun data ini tidak berbanding lurus dengan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Jawa Barat.

Di tahun yang sama, sambungnya, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) merilis IPP di Indonesia, hasilnya IPP di Jawa Barat masih rendah, ada di peringkat 30, termasuk lima terbawah diantara seluruh provinsi dengan nilai 46,3.

Berfoto bersama

“Tentu jika laporan Bappenas ini benar, sangat memperihatinkan, sebab diantara indeks yang paling rendah adalah partisipasi pemuda dalam organisasi dan kepemimpinan, serta rendahnya wirausaha pemuda,” paparnya.

Melihat kondisi tersebutlah yang memotuvasi dan menggerakkan GPII Jabar untuk berbuat sesuatu, dengan upaya menggagas acara Jabarpreneurship dan Launching Pesantren Bisnis Pemuda Islam sebagai salah satu ikhtiar untuk meningkatkan IPP di Jawa Barat.

Bahkan rencananya, PW GPII Jabar akan mengundang secara resmi Kadis KUK Jabar untuk mengisi sebagai salah satu narasumber di agenda Jabarpreneurship.

Sementara itu Kadis KUK Jabar Dr. Kusmana Hartadji, MM sangat mengapresiasi ikhtiar yang dilakukan PW GPII Jabar, sekaligus menanggapi perihal rendahnya IPP di Jabar.

“Masih rendahnya IPP di Jabar bisa kita counter atau kritisi, karena berbeda jauh dengan data IPM yang disampaikan BPS. Perlu diinformasikan, banyak program peningkatan wirausaha untuk pemuda di Jabar. Misalnya program One Pesantren One Product (OPOP), sudah 1.076 pesantren yang terlibat program ini, para penggeraknya adalah santri, tentunya santri ini ialah para pemuda. Banyak program menggunakan Sumber Daya Manusia (SDM) generasi millenial atau usia muda,” paparnya.

Meski banyak program pemerintah provinsi yang mendukung peningkatan IPP, namun ia memastikan akan menghadiri agenda Jabarpreneurship sebab pihaknya berkepentingan untuk menyelaraskan persepsi dan gagasan. Ia juga berharap acara tersebut bukan hanya sebatas acara seminar, melainkan sebuah gerakan untuk meningkatkan IPP di Jabar, terutama meningkatkan indeks partisipasi pemuda dalam organisasi dan wirausaha.

Pada acara Jabarpreneurship ini pun sedianya akan mengundang perwakilan pesantren, sehingga program OPOP yang digulirkan Pemprov Jabar bisa sekaligus tersosialisasikan. Selain itu, didukung oleh kader-kader GPII di Jabar yang dominan merupakan lulusan pesantren, sehingga program pemerintah provinsi yang fokus pada pengembangan pesantren di Jabar bisa dibantu oleh kader-kader GPII. (San)

Tinggalkan Balasan