Haerudin: Komunisme Bertentangan Dengan Nilai-nilai Pancasila

GARUT, LJ – Paham atau ideologi komunis sangat dikecam dan dilarang oleh negara. Hal itu berdasar atas Tap XXV/MPRS/1966, bahwa ideologi komunis sangat bertentangan dengan nilai-nilai pancasila. Oleh karenanya, setiap gerak komunisme dalam bentuk apapun harus diwaspadai dan dilawan.

Demikian hal itu ditegaskan anggota MPR RI, Haerudin Amin, S.Ag., MH dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar yang membahas terkait Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia serta Bhineka Tunggal Ika di Gedung Serbaguna Madrasah At-Taqwa Selaawi Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut, Kamis, (21/09/2017)

Ditambahkan Haerudin, komunisme tidak bersesuaian dan justru bertentangan dengan pancasila sebab dari segi teologi, komunisme melawan prinsip ketuhanan, komunisme tidak mengenal adanya Tuhan. Sedangkan di Indonesia, dalam sila pertama Pancasila tertuang kalimat Ketuhanan yang Maha Esa.

“Paham komunis sangat kontradiktif dengan ideologi Pancasila, oleh karena itu komunisme termasuk kebangkitan PKI harus dihadapi oleh segenap bangsa karena tidak bersesuaian dengan ketetapan negara bahkan agama,” tegas Anggota Fraksi PAN Dapil Jabar XI ini yang disambut tepuk tangan ratusan peserta yang hadir.

Bahkan diingatkannya, Negara Indonesia dilahirkan atas jasa umat muslim, maka dari itu Haerudin menilai wajib hukumnya bagi seorang muslim untuk membela tanah air termasuk menghadang arus kebangkitan paham komunisme yang sekarang tengah menjadi topik hangat di tanah air.

“Selain dari segi ideologi, pertentangan komunisme dengan ideologi pancasila, pertentangan juga tampak dari segi sosial, komunisme mengajarkan pertentangan kelas. Misalnya, pertentangan kelas antara buruh dan majikan, kaya dan miskin, tuan dan bawahan, ini sangat rentan kalau berkembang di Indonesia yang Berbhineka,” paparnya.

Acara yang digagas Pimpinan Jamaah Persatuan Islam Selaawi Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut ini mendapat respons yang cukup baik dari masyarakat, bahkan beberapa tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat tampak hadir diantaranya Ketua Jamaah Persis Selaawi, Pemuka Agama Ust. Atep, Ust. Gunawan, Ust. Iden serta tokoh masyarakat Ust. Natsir dan diakhiri dengan sesi photo bersama. (Dent)

Tinggalkan Balasan