
BANDUNG, LINTAS JABAR – Dalam Siskamling Siaga Bencana ke-47, kali ini Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengunjungi warga di RW 02 Kelurahan Pungkur Kecamatan Regol Kota Bandung, Jumat 5 Desember 2025.
Agenda kunjungan sebagai Jum’at Keliling (Jumling) juga atas prakarsa RW 02 Kelurahan Pungkur. Sesampainya disana, orang nomor satu di Kota Bandung itu terlebih dahulu melaksanakan sholat Jumat di Masjid Al Muhtar yang berada di Jln. Pangampaan 25.
Pada kesempatan itu, walikota pun memberikan bantuan untuk masjid tersebut selanjutnya meninjau langsung ke lapangan kawasan RW 02 hingga dilaksanakan pertemuan yang dipusatkan di kantor Kelurahan Pungkur.
Pada kesempatan tersebut, Kang Farhan sapaan akrab Wali Kota Bandung turut didampingi Camat Regol, Dra. Hj. Sri Kurniasih, M.Si, beserta Lurah Pungkur Iin Indriyani, S.Sos., berdiskusi bersama warga guna mengetahui setiap persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Dalam belanja masalah itu, Kang Farhan mendapati berbagai keluhan warga seputar layanan publik. Diantaranya seperti yang disampaikan Ketua RW 02 Rizki P, dalam presentasi prakarsa TA 2025 – KB beserta tokoh masyarakat di Kelurahan Pungkur.
Berbagai keluhan mulai dari kurangnya air bersih, sampah, hingga penerangan jalan umum menjadi bahasan utama dalam pertemuan yang bertajuk Siskamling Siaga Bencana tersebut. Aspirasi yang kemudian mengemuka salah satunya terkait kurangnya pasokan air bersih terutama bagi warga yang tidak terlayani sambungan PDAM.
Menyikapi hal itu, Kang Farhan mengakui sejauh ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap warganya.
Dikatakannya, PDAM Tirtawening yang merupakan BUMD milik Pemkot Bandung memiliki keterbatasan sumber air dalam memenuhi kebutuhan warga.
“Sumber air baku terbatas, jadi sumber air baku itu kita harus beli ke kabupaten dan provinsi. Tak ada lagi sumber air di Kota Bandung,” katanya.
Padahal, lanjut dia, Kota Bandung dihuni jutaan orang terutama jika di siang hari. Penggunaan air tanah tidak bisa dilakukan karena berdampak terhadap lingkungan.
“Sibel enggak bisa. Nanti tanah banyak rongganya karena airnya sedikit,” katanya.
Terlebih, menurutnya, kawasan Bandung Raya termasuk Kota Bandung memiliki tingkat kerawanan gempa bumi yang tinggi. Oleh karena itu, Farhan meminta maaf kepada seluruh warga jika masih belum terlayani kebutuhan air bersihnya.
Namun Ia memastikan Pemkot Bandung akan meningkatkan jangkauan pelayanan PDAM Tirtawening agar semakin banyak warga yang bisa menikmati air bersih.
“Pemkot akan investasi baru untuk menambah jumlah air baku,” pungkasnya. (Dgw)












