Komisi V Akan Kaji Polemik 20 Mantan Pengurus KONI Jabar

BANDUNG LJ – Sebanyak 20 mantan pengurus KONI Jabar yang terkena reshuffle atau di-PAW-kan berdasarkan SK No 13 tahun 2017 tentang Pergantian antar waktu kedua (PAW II) Pengurus KONI Jabar masa bakti 2014-2018, menyambangi Komisi V DPRD Jabar menyampaikan aspirasi tentang tindakan sewenang-wenang Ketua KONI Jabar yang melanggar AD/ARD Koni Jabar, tanpa melalui mekanisme, procedural dan etika organisasi.

Rombangan mantan pengurus KONI Jabar yang dimpin oleh Mantan Staf Ahli Bidang Pelatihan DR.H.Ucup Yusuf, M.Kes.AIFO didampingi beberapa mantan pengurus KONI Jabar diterima oleh Ketua Komisi V, Syamsul Bahry dan beberapa anggota Komisi V DPRD Jabar, Kamis (01/03).

Pada kesempatan itu, Ucup Yusuf mengatakan, para pengurus KONI Jabar yang terkena PAW yang hadir ini adalah para pejuang oleharaga yang telah meningkatkan prestasi oleharaga Jabar dalam ajang PON bahkan target Jabar Kahiji terwujud dengan perolehan medali jauh melebihi target. Namun, pasca PON XIX/2016, tanpa diajak komunikasi dan rapat internal pengurus, tiba-tiba Ketua KONI Jabar Ahmad Saefudin mengusulkan Reshuffle Pengurus ke KONI Pusat dan keluarlah SK No 13 tahun 2017 tentang Pergantian antar waktu kedua (PAW II) Pengurus KONI Jabar masa bakti 2014-2018.

“Terus terang kita sangat menyayangkan dan menyesalkan sikap dan tindakan yang diambil oleh Ketua KONI yang telah melabrak aturan tanpa terlebih dahulu melakukan rapat konsolidasi dengan para pengurus, apalagi rapat pleno pimpinan, membicarakan rasguffle pengurus,” sesal Ucup.

Senada dengan Ucup, mantan Staf ahli Bid Manajemen yang sebelum menjabat Wakil Ketua VI), Irwan K Koesdrajad menegaskan kedatangannya ke DPRD Jabar ini meminta dukungan dewan untuk mempertanyakan langsung ke Ketua KONI Jabar Ahmad Saefudin kenapa reshuffle dilakukan tanpa mekenisme, prosedur dan etika perantian.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi V DPRD Jabar, Syamsul Bachry akan mengkaji dan menjadwalkan untuk melakukan rapat internal, selanjutnya akan panggil Kadispora Jabar, Ketua Koni Jabar dan Komunitas Masyarakat Pemerhati Olahraga (komaspori) Jabar.

“Setelah semua sudah kita mintai pendapat dan pandangan dari Dispora Jabar, Koni Jabar dan Komaspora Jabar, selanjutnya kita akan minta pak Gubernur Jabar untuk mengambil sikap dan langkah konstruktif termasuk soal anggaran,” ujarnya. (Ydi)

Tinggalkan Balasan