Konflik Rohingya Menyulut Rasa Keprihatinan Anggota DPR RI

  • Bagikan

JAKARTA, LJ – Sekitar 1.000 Muslim Rohingya yang melarikan diri dari negara bagian Rakhine terdampar di sungai Naf, perbatasan dengan Bangladesh. Mereka lari untuk menyelamatkan diri setelah terjadi bentrok antara militan Muslim dengan tentara Myanmar. Konflik antara militan Rohingya dengan pasukan Myanmar di negara bagian Rakhine sejak beberapa terakhir ini telah merenggut hampir 100 orang, termasuk 12 di antaranya pasukan negara itu.

Tragedi kemanusiaan yang terjadi di Myanmar itu menyulut rasa keprihatinan anggota DPR RI Fraksi PAN, Haerudin, S.Ag., MH yang ia sampaikan lewat interupsi sebelum rapat paripurna DPR RI digelar, Selasa (29/08).

Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR Fadli Zon dalam rangka peringatan hari ulang tahun DPR ke-72 dengan agenda penyampaian laporan kinerja DPR tahun sidang 2016-2017. Dari total jumlah anggota DPR 560 orang, sebanyak 448 anggota yang tidak hadir pada rapat paripurna itu padahal salah satu isu dalam HUT DPR adalah terkait evaluasi absensi.

Haerudin menyatakan bahwa nasib muslim Rohingya saat ini sangat memperihatinkan karena terlunta-lunta dan ditolak mengungsi di Banglades. Untuk itu, ia  mendesak pemerintah agar segera memberikan uluran tangan serta membantu dan menyampaikan kepada negara-negara sahabat agar beramah tamah terhadap para pengungsi rohingya.

Ditegaskannya sebagai amanat konstitusi, DPR harus menyampaikan kepada pemerintah Indonesia untuk ikut menciptakan ketertiban dunia dan Indonesia harus segera bersikap atas pelanggaran HAM tersebut. “Kalau bisa pemerintah Indonesia bersikap dan bertindak bagaimana mengulurkan tangan dan bantuan untuk mereka yang hari ini jadi korban kekerasan,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini dalam interupsinya ia mengatakan pembantaian terhadap Muslim Rohingya distrik atau kawasan Rakhine Myanmar tidak bisa ditolerir. Anggota Komisi I DPR itu menyatakan kesedihan, kepedihan, dan keprihatinan yang mendalam atas tragedi pembantaian muslim Rohigya itu.

“Apa yang terjadi di Rohingya sangat menyedihkan, di luar akal sehat dan nurani kemanusiaan kita yang beradab, sehingga tidak bisa lagi ditolerir,” ujar Jazuli.

Maka itu, dia mengatakan, seluruh dunia harus menghentikan tragedi kemanusiaan paling memilukan di abad ini. Sebab, tragedi itu telah menjadi isu internasional dengan tersebarnya berita, foto, dan video pembantaian muslim Rohingya ke seluruh dunia. (Zoe/San)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan