KAB. BANDUNG, LJ – Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Tri Soewandono meresmikan mesin pompa pengolahan air bersih sekaligus meresmikan pembukaan lomba perahu karet dan kayak yang diadakan di wilayah Sektor 7 Satgas Citarum Harum di Kampung Bojong Desa Sukamukti Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung, Minggu (24/2).

“Kita perlu melihat kebelakang karena apa, kenapa program citarum harum dilakukan, sudah pernah disampaikan bahwa sungai citarum merupakan sungai terkotor di dunia,” ujarnya.
Program Citarum ini papar Pangdam sebetulnya sudah lama dilakukan, mulai dari tahun 2010 hasilnya belum signifikan karena belum ada sinergitas antara unsur terkait. Kemudian, lanjutnya, atas inisiasi Pangdam III/Siliwangi saat itu Mayjen TNI Doni Monardo yang sekarang adalah Letjen TNI Doni Monardo yang menjabat kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), akhirnya terealisasi.

“Beliau (Doni Monardo) melihat, beliau galau, kita di Jawa Barat ini adalah penduduk yang besar, penduduk yang sangat dinamis, penduduk yang sangat luar biasa namun demikian ada permasalahan dimana Sungai ini merupakan salah satu Sungai diantara sepuluh sungai terkotor di dunia,” ucapnya.
Dituturkannya, pada saat itu Doni Monardo menghadap Presiden Joko Widodo untuk melaporkan, permasalahan di Jawa Barat terkait Citarum yang dilabeli dunia sungai terkotor. Termasuk dipaparkan dampak dari Citarum sangat luas yaitu masyarakat yang dulunya mencuci di air Citarum, masyarakat yang dulunya mengambil air di Citarum untuk memasak kini rusak dan tercemar.
Kemudian, dihulunya sana banyak pohon-pohon yang sudah ditebang sehingga terjadilah banjir, terjadilah sedimen atau tanah yang masuk kedalam Sungai. Sehingga air ini mengalirnya tidak terlalu cepat/deras menuju ke hilir, di lain sisi masyarakat juga membuang sampah pada sungai tersebut.
“Bukan hanya sampah, bangkai binatangpun dibuang ke sungai akhirnya apa, apabila ada anak kecil mandi-mandi ke sungai itu akan terkena penyakit,” ujarnya.
Melihat dari laporan Pangdam III/Siliwangi Mayjen Doni Monardo kala itu kemudian Presiden langsung merespon dan menurunkan Tim coba dilihat bagaimana. Setelah diturunkan Tim oleh bapak Presiden, akhirnya dipahami bahwa permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat.

“Presiden juga melihat permasalahan tersebut tidak hanya bisa diselesaikan oleh TNI saja, tapi ini harus diselesaikan oleh semua komponen masyarakat mulai dari akademisi, pengusaha, kemudian komunitas, pencinta lingkungan, Pemerintahan dan Media,” ungkapnya.
Hingga akhirnya Pesiden Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden No. 15 tahun 2018 tanggal 14 Maret 2018. Dan melalui Perpres inilah semua elemen bekerja bersinergitas, yang ditunjuk sebagai Dansatgas adalah Gubernur Jawa Barat, kemudian Wakil Pangdam III/Siliwangi sebagai penertiban dan penataan ekosistem dan pemeliharaan lingkungan, bapak Kapolda sebagai penegakan hukum.
“Nah yang dilakukan oleh Kodam III/Siliwangi, kita menertibkan mulai Hulu sampai dengan Hilir kita bagi beberapa sektor diantaranya Sektor 7 ini, kita mencoba yang di Hulu sana bagaimana tanah agar tidak longsor kita menanam pohon kemudian di danau Cisanti ini kita lakukan pembersihan lagi termasuk dari beberapa limbah-limbah pabrik kita tertibkan,” jelasnya.
Ditambahkan, sesuai dengan arahan dan perintah bapak Presiden Joko Widodo, dalam waktu tujuh tahun Citarum harus bagus dan ini akan ditunjukkan kepada Dunia Internasional bahwa Indonesia bisa, Indonesia bukan bangsa yang kecil, Indonesia bukan bangsa yang cengeng dan optimis dan yakin masyarakat pasti bisa.
“Setahun kurang satu hari, ini hasilnya sudah bisa kita lihat baru satu tahun, karena Citarum ini bisa untuk sumber kehidupan masyarakat banyak. Kemudian bapak Presiden sarankan dulu kita mau membenahi kira-kira apa yang bisa digunakan, bagaimana kalau air Citarum bisa langsung diminum, nah melalui CSR-CSR yang sekarang diresmikan, ini sudah terbukti sunvai citarum airnya zudab bisa langsung diminum silahkan ibu-ibu mencoba,” pungkasnya.
Ada acara tersebut, Pangdam sampaikan kepada masyarakat, kira-kira pasukan TNI (Kodam III/Siliwangi) mau dilanjut apa ditarik sontak masyarakat setempat berteriak lanjut, kemudian sambung Pangdam pembangunan Citarum ini lanjut apa ditarik, serempak masyarakat berteriak kata lanjut.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian mesin pengolahan air, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soebandono bersama pengusaha yg memberikan CSR, Camat dan RT, RW setempat mencoba meminum air citarum melalui proses pengolahan air bersih di Sektor 7 Satgas Citarum Harum yang dipimpin oleh Dansektor Kolonel Ka Purwadi. (San)












