[lintasjabar tkp] Mampu mendongkrak Pendapatan Aseli Daerah (PAD), Pansus VIII Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat meminta Pemprov Jabar mengadopsi teknik budidaya kultur jaringan di Jateng.

Hal itu usai Pansus VIII DPRD Provinsi Jawa Barat mengunjungi Laboraturium Balai Benih Tanaman Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunanan Provinsi Jawa Tengah, Rabu (21/10/2020).
Dalam kunjungannya Pansus VIII melihat secara langsung proses teknik budidaya kultur jaringan yang diterapkan pada beberapa jenis tanaman diantaranya tebu, kelapa kopyor, tembakau, dan kopi.
Teknik budidaya tersebut mampu menghasilkan tanaman dengan kondisi bebas virus, steril dan tidak tergantung pada musim.
Ketua Pansus VIII DPRD Provinsi Jawa Barat Yosa Octora Santono mengungkapkan, dengan teknik budidaya kultur jaringan tersebut Pemprov Jateng mampu menghasilkan ribuan bibit tanaman yang tersimpan di bank bibit.
“Mereka memiliki bank bibit yang rata-rata diatas belasan ribu dan lima puluh ribu ke atas yang mereka jadikan sebagai salah satu unit penghasil PAD,” ucap Yosa.
Ia pun mendorong, hal yang sama dapat diadopsi oleh Pemprov Jabar dengan menyediakan bank bibit yang mampu diakses secara mudah baik dari sisi harga dan keberadaannya untuk selanjutnya diproses oleh para petani Jawa Barat. (Red)












