
[lintasjabar tkp=”KAB BANDUNG”] Perkebunan kopi harus lebih diperhatikan, hal itu menyangkut aspirasi serta hal lainnya berkaitan dengan produksi kopi.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Pansus VIII DPRD Provinsi Jawa Barat Yosa Octora pada kunjungan kerja Pansus VIII ke perkebunan kopi luwak malabar di Pangalengan Kab. Bandung, Rabu (10/6/2020).
Kunjungan itu sendiri dihadiri oleh pimpinan dan anggota Pansus VIII DPRD Provinsi Jawa Barat serta Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat.
“Aspirasi dan harapan dari asosiasi perkebunan kopi luwak indonesia yang mempunyai merk kopi malabar yang berada di Pangalengan kab. Bandung. Diantaranya adalah mereka ingin ada kluster-kluster dan plot di setiap kabupaten dan kota supaya contoh dan rolle model kopi itu setidaknya ada di sekitar petani-petani kopi itu. Juga jangan sampai biaya produksi tinggi tapi tidak ada hasilnya atau hasilnya tidak menyeluruh dan ini yg harus diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perkebunan,” paparnya.
Hal demikian sambungnya, untuk bisa menangani hal tersebut supaya bisa lebih baik lagi dan itu juga merupakan bagian input Pansus VIII DPRD Provinsi Jawa Barat. (San)












