KAB. BANDUNG, LINTAS JABAR — Sebanyak 32 peserta mengikuti acara touring bertajuk “Refreshing dan Tadabbur Semesta” yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Persatuan Islam (PC. Persis) Banjaran selama dua hari pada Sabtu dan Minggu, 4–5 April 2026.

Keikutsertaan ke 32 peserta tersebut menggunakan 16 roda dua dan satu unit roda empat dengan rute dan jarak tempuh yang cukup menantang sekaligus sarat makna spiritual di wilayah selatan Jawa Barat.
Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Touring, H. Agus Mulyana menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama.
Ketiga agenda tersebut, sambungnya, sebagai sarana penyegaran setelah satu tahun aktivitas organisasi, sebagai agenda pra-Musyawarah Kerja (Musker) II, serta sebagai momentum tadabbur semesta merenungi kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya.
Dalam sesi rapat yang digelar di sela kegiatan, Ketua PC Persis Banjaran, H. D. Pandi, menekankan pentingnya arah kebijakan organisasi yang berfokus pada penguatan komunikasi internal.
Ia mengingatkan bahwa kesenjangan komunikasi sering kali menjadi akar dari miskomunikasi yang berujung pada melemahnya soliditas jamaah.
“Komunikasi bukan sekadar penyampaian pesan, tetapi juga kesadaran untuk saling memahami. Di sinilah letak kekuatan organisasi,” ujarnya.
Forum juga membahas tanggapan terhadap tasykil (struktur) organisasi yang diharapkan tidak berhenti pada formalitas, melainkan diwujudkan dalam program nyata yang bernilai jihad yakni kesungguhan dalam mengabdikan diri untuk kemaslahatan umat.
Pada sesi tausiah subuh, peserta mendapatkan penguatan spiritual dengan tema “Hindari merasa bisa, jadilah bisa merasa.” Pesan ini mengajak setiap individu untuk menghindari sikap merasa cukup dalam ilmu dan amal, serta terus mengasah kepekaan hati.
Tausiah tersebut merujuk pada firman Allah dalam QS. Al-Hajj ayat 78, yang menekankan pentingnya bersungguh-sungguh di jalan Allah melalui peningkatan ilmu dan implementasinya dalam akhlak.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa perjalanan fisik dapat bersinergi dengan perjalanan batin. Di tengah deru mesin dan panjangnya jalan yang dilalui, para peserta tidak hanya bergerak secara geografis, tetapi juga secara spiritual menuju pemahaman diri yang lebih dalam dan komitmen yang lebih kuat terhadap perjuangan dakwah.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta kembali dengan semangat baru, pikiran yang jernih, serta tekad yang kokoh untuk melanjutkan peran dan tanggung jawab dalam organisasi dan masyarakat. (Herdi)












