PPMI Bertekad Cetak Pengusaha Muslim

  • Bagikan

bandung-wetan-20160909-04469BANDUNG LJ – Organisasi Persatuan Pengusaha Muslim Indonesia (PPMI) bertekad akan mencetak pengusaha muslim yang tidak meninggalkan shalat jamaah di masjid sebanyak 4 juta orang. Selain itu, PPMI juga melakukan renovasi bahkan pembebasan lahan masjid yang bermasalah.

Dan salah satu karakter PPMI adalah mencetak para pengusaha muslim yang selalu menjaga shalat tepat waktu. Karena itu, dengan seminar ini, pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk menjadi pengusaha.

Demikian diungkapkan Pendiri dan Pembina PPMI Ustadz Yudi Faisal, S.Ag disela seminar Menyelesaikan Masalah Hidup Dengan Cara Allah SWT di Gedung Pos Giro Jalan Banda Bandung Jumat (9/9).

“Kita punya program (PR), akan membuat 4 juta pengusaha yang tidak meninggalkan shalat berjamaah di masjid. Visi kita, semakin banyak yang menjadi pengusaha, semakin sedikit angka kriminalitas,” jelas Ustadz Yudi.

Diterangkannya, yang penting adalah bagaimana mengubah mainset. Jika masih terbelenggu dengan dunia riba, kredit dan sebagainya, rejeki masih akan menjauh. “Mungkin bisa dimulai dari marketing, berdagang, salah satu jalan Allah adalah dengan bersedekah. Sudah banyak yang berhasil di anggota PPMI,” tambah ustadz Yudi.

Karena itu, dia mengajak masyarakat yang masih menjadi pegawai, karyawan, untuk jadi pengusaha tentunya dengan syarat shalat tepat waktu.

Di tempat yang sama, Ketua PPMI Kota Bandung Indri Albis menjelaskan, selain di Bandung, seminar juga digelar di Garut Sabtu (10/9) dan Tasikmalaya (11/9).

“Anggota atau member PPMI Kota Bandung saat ini mencapai 300 orang. Kita harapkan hingga akhir tahun bisa lebih 500 member,” kata Indri didampingi Ayu, Sekjen PPMI Kota Bandung. Disamping itu, PPMI juga mengadakan bersih bersih masjid di seluruh Indonesia dengan nama Jumat Bersih.

“Kita juga melakukan renovasi masjid bahkan membebaskan masjid seperti masjid Al- Muhajirin di komplek Cibiru, Bandung yang akan dilelang. Namun PPMI Kota Bandung berupaya menggalang dana agar tidak disita,” pungkas Indri yang juga pengusaha pakaian muslim ini. (Ihsan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan