Revitalisasi Posyandu, Kota Bandung Wujudkan Posyandu Mandiri Multifungsi

  • Bagikan

BANDUNG LJ – Bukan hanya pelayanan yang baik, namun Posyandu mandiri yang multifungsi dan punya inovasi serta kontribusi terhadap masyarakat menjadi tujuan posyandu di Kota Bandung.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto yang membuka sekaligus memberikan arahan pada acara Revitalisasi posyandu dengan tema “Mari Kita Wujudkan Posyandu Mandiri Multifungsi di Kecamatan Kiaracondong”, Selasa (09/05/17).

“Bukan hanya pelayanan yang baik saja, namun posyandu mandiri yang multifungsi dan punya inovasi serta kontribusi ini menjadi ciri posyandu yang mandiri” tuturnya di sela sambutan pada acara Revitalisasi Posyandu yang di helat di Aula Kantor KNPI Jabar Jl Soekarno-Hatta Kota Bandung.

Tak  hanya itu pelayanan kesehatan yang baik di posyandu kecamatan serta kelurahan harus menjadi representasi yang lebih baik dibandingkan dengan daerah.

“Posyandu di Kelurahan atau Kecamatan menjadi ujung tombak pelayanan di keluarahan dan kecamatan harus lebih baik menuju visi kita yakni Bandung sehat di tahun 2020” tuturnya.

Dirinya juga mengapresiasi dan Berterimaksih kepada seluruh muspica di kecamatan Kiaracondong  yang telah berinovasi melahirkan program program yang dapat mempercepat Bandung sehat di tahun 2020 yakni program Barata (Bersama Remaja Mengatasi Masalah Balita).

“Program Barata yang diusung di kecamatan Kiaracondong merupakan program yang baik yang tentunya harus kita apresiasi, dimana program ini menumbuh kembangkan kepedulian remaja pada posyandu yang selama ini mayoritas identik dengan ibu ibu” tuturnya.

Program Barata merupakan inovasi program posyandu kecamatan Kiaracondong yang melibatkan sosialisasi kesehatan balita melalui pelatihan yang diikuti remaja untuk kemudian disosialisakan kepada masyarakat.

Selain program Barata, inovasi di posyandu kini telah diusung dan dijalankan di beberapa posyandu di Kota Bandung antara lain berupa aplikasi e-posyandu (posyandu elektronik) yang bisa dilihat melalui Bandung Command Center (BCC). Aplikasi tersebut bisa diterapkan diseluruh kewilayahan terkait data balita dan bayi termasuk data ibu hamil. (Herdi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan